Manusia Sebagai Objek dan Subjek Iptek



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia tidak dapat di pisahkan dari iptek, sains, dan seni sebagai kebutuhan di era globalisasi. Iptek, sains, dan seni saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik pengaruh negatif maupun positif, namun terkadang manusia tidak menyadari bahwa mereka menjadikan sains, seni, dan iptek lebih dominan ke arah negatif, sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat banyak penyalahgunaan iptek, sains, dan seni yang terjadi  sehingga banyak menimbulkan kerugian di berbagai pihak terutama pada generasi muda. Pemahaman tentang iptek, sains dan seni sangat penting bagi manusia agar tidak ada lagi manusia yang mempergunakan iptek, sains, dan seni tidak pada semestinnya. Maka dari itu penulis mengangkat materi yang berhubungan dengan Manusia, Sains, Iptek, dan Seni agar dapat memecahkan masalah yang terjadi di era globalisasi ini agar kedepannya manusia dapat bertindak lebih baik. 

1.2 Rumusan masalah
Ø  Bagaimana Manusia sebagai  Subjek dan Objek pada Iptek?
Ø  Bagaimana Manusia sebagai Subjek dan Objek pada sains?
Ø  Bagaimana Manusia sebagai subjek dan Objek pada Seni?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk memberikan penjelasan mengenai   Manusia sebagai  Subjek dan Objek dalam Iptek, Sains dan Seni.

1.4 Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini yakni untuk menambah pengetahuan serta wawasan kita mengenai Manusia sebagai subjek dan objek dalam iptek, sains dan seni.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
            a. Manusia
                        Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu”(Sansekerta), “mens” (Latin),yang berarti berpikir, berakal budiatau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

b. Manusia  menurut para ahli
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik

SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar



KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan

I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan

ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
 PAULA J. C & JANET W. K
manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.











            b.l. Seni
Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa". Menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seperti tari, lukis, ukir, dll.
b.Il. Seni menurut para ahli
 Ki Hajar Dewantara
Pengertian seni menurut bapak Pendidikan Indonesia adalah semua aktivitas dan tindakan manusia yang muncul dari hidup dan perasaannya serta memiliki sifat keindahan sehingga mampu menggerakkan perasaan dan jiwa seseorang.
 Prof. Drs Suwaji Bastomi
Menurutnya, seni dipandang sebagai sebuah aktivitas batiniah yang didasari adanya pengalaman estetis yang terwujud dalam bentuk yang indah. Sehingga dari perwujudan tersebut mampu menimbulkan rasa kagum serta keharuan bagi mereka yang menikmatinya. 
 Drs. Sudarmadji
Seni merupakan kumpulan perwujudan batiniah serta pengalaman estetik yang diwujudkan melalui media bidang, garis, warna tekstur volume serta adanya komposisi gelap terang. 
Ensiklopedia Indonesia
Seni merupakan segala sesuatu yang berwujud atau tidak berwujud, yang mampu memunculkan sebuah keindahan sehingga semua orang yang menyaksikan atau mendengarkan akan merasa senang.
Schopernhauer
Ahli ini melihat seni dari sudut pandang seni bermusik. Menurutnya, seni merupakan semua proses penciptaan bentuk yang menyenangkan. Sehingga, semua orang akan merasa senang pada seni musik, sebab walaupun bersifat abstrak namun musik merupakan bagian dari seni. 
Eric Ariyanto
Seni merupakan aktivitas rohani atau jiwa yang diwujudkan ke dalam wujud karya sehngga mampu menggugah perasaan orang lain yang menyaksikan atau mendengarkan.
 Alexander Baum Garton
Seni merupakan suatu keindahan dan seni merupakan tujuan yang positif yang mampu menyebabkan para penikmat seni bisa merasa bahagia.
Emanuel Kant
Menurut ahli tata negara ini, seni dipandang sebagai sebuah mimpi. Sebab, di dalam seni terdapat rumus yang tidak mampu diwujudkan dalam sebuah bentuk nyata
 Leo Tolstoy
Seni adalah sebuah proses untuk memunculkan kembali nilai rasa seseorang dari apa yang pernah mereka alami dalam kehidupan. 

 Aristoteles
Seni merupakan suatu bentuk pengungkapan dan penampilan yang tidak pernah mengalami penyimpangan dari kenyataan yang ada. Selain itu seni merupakan sebuah proses peniruan alam.


















            c.I. Sains
Sains yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hukum-hukum alam. Ilmu sains dikembangkan dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.

            c.II. Sains menurut para ahli
    H.W. Fowler
IPA merupakan ilmu yang sistematis yang berhubungan dengan gejala-gajala
kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.
James Conant, seorang ahli kimia organik
Science adalah rangkaian konsep-konsep yang saling berhubungan dan bagan-
bagan  konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimentasi dan
observasi, dan merupakan hasil eksperimentasi dan observasi yang lebih lanjut.
  Benyamin, seorang ahli filsafat
Science adalah “mode of inquiry” yang berusaha untuk mencapai pngetahuan
tentang dunia dengan menggunakan metode hipotesa yang telah ditetapkan
terhadap apa yang diberikan di dalam observasi


.   
  Dampier, seorang ahli sejarah science
Science adalah pengetahuan tentang gejala-gejala alam yang teratur dan studi
rasional tentang hubungan antara konsep-konsep yang mana gejala-gejala ini
dinyatakan.
  A.N. Whitehed menyatakan bahwa Sains dibentuk karena pertemuan dua orde
pengalaman. Orde pertama didasarkan pada hasil observasi terhadap gejala/ fakta
(orde observasi) dan orde kedua didasarkan pada konsep manusia mengenai alam
semesta (orde konsepsional).
Fisher 
Science adalah kumpulan pengetahuan yang diperoleh  dengan menggunakan
metode-metode yang berdasarkan observasi.
  Carin 
Science adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik,
yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.
Perkembangan science tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta saja, tetapi
juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah.
  Nash seorang ahli kimia, menekanakan bahwa science  adalah suatu proses
atau suatu cara untuk meneropong dunia.
  Wigner seorang ahli fisika mendefinisikan science sebagai gudang /
penyimpanan tentang gejala-gejala alam.
  T.H. Huxley, seorang ahli biologi
Science adalah pikiran sehat yang diorganisir. Secara tepat pernyataan yang
mudah dimengerti ini melukiskan kewajaran dan kemasukakalan (rasionalitas)
pengetahuan ilmiah sehingga dapat membantu melenyapkan beberapa ilmu sihir
(mistik) yang sering melingkupi science.
  Bube, seorang ahli fisika 
Science adalah pengetahuan tentang dunia alamiah yang diperoleh dari
interaksi indera dengan dunia tersebut. 
           


d.I. IPTEK
IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi, definisi lebih lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuh kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga menggunakan teknologi.
IPTEK dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa disadari untuk beraktifitas melakukan pekerjaan sehari-hari mulai pagi dari rumah kesekolah dan kembali kerumah, kamu menggunakan IPTEK. Seseorang menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan teknologi seja zaman dahulu kala, seperti memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah sebagai teknologi sederhana.

d.II.IPTEK Menurut para ahli
Soeharjo dan Patong (1984) dalam Wasono (2008) menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
Mosher (1985), teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian. Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.
Suatu teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika (a) memberi keuntungan ekonomi bila teknologi tersebut diterapkan (profitability); (b) teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat (cultural compatibility); (c) kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility); (d) teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan; (e) penghematan tenaga kerja dan waktu dan (f) tidak memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan (Mardikanto,1993).
Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah hal-hal yang baru yang belum diketahui, diterima dan digunakan banyak orang dalam suatu lokasi tertentu baik berupa ide maupun berupa benda atau barang. Suatu teknologi dapat diterima oleh masyarakat khususnya petani jika teknologi tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) segi teknis mudah digunakan, (2) segi ekonomi dapat memberi keuntungan, dan (3) segi sosial budaya dapat diterima serta tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada/berlaku

BAB III
PEMBAHASAN

I.             A. Manusia Sebagai Subjek Dan Objek Iptek
Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain:
1)      Dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan
  • Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama.
  • Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil.
  • Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan.
  • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji.
  • Teknologi pengolahan pascapanen seperti pengalengan ikan, dll.
  • Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia.
2)      Dalam bidang kedokteran
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit, sehingga penyakit dapat dengan segera disembuhkan.
3)      Dalam bidang telekomunokasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.
4)      Dalam bidang pertahanandan keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik.
B.   Dampak Penyalahgunaan Iptek Bagi Kehidupan

1)        Nuklir
Limbah radioaktif, seperti limbah-limbah lainnya adalah bahan yang tidak dimanfaatkan lagi dan karena bersifat radioaktif, limbah radioaktif tersebut mengandung potensi bahaya radiasi. Karena sifatnya itu, pengelolaan lim-bah radioaktif perlu diatur dan diawasi untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup. Pengelolaan limbah radioaktif tersebut dilakukan oleh Badan Pelaksana yang dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan pihak lain. Berda-sarkan tingkat bahaya yang ditimbulkan, limbah radioaktif diklasifikasikan menjadi limbah radioaktif tingkat rendah, tingkat sedang, dan tingkat tinggi.Untuk limbah radioaktif tingkat rendah dan tingkat sedang oleh penghasil limbah dikumpulkan, dikelompokkan, atau diolah dan disimpan sementara sebelum dikirim kepada Badan Pelaksana untuk diproses selanjutnya. Karena limbah radioaktif tingkat tinggi mempunyai potensi bahaya radiasi yang tinggi, penyimpanan sementara limbah radioaktif tingkat tinggi dilakukan oleh penghasil limbah dalam waktu sekurang-kurangnya selama masa operasi reaktor nuklir, sedangkan penyimpanan lestarinya menjadi tanggung jawab Badan Pelaksana.Yang dimaksud dengan pengusahaan dalam undang-undang ini pada umumnya adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial. Di dalam pengusahaan ini selain Badan Usaha Milik Negara, pihak lain juga diberi kesempatan. Namun, untuk Badan Pelaksana pengertian wewenang pengusahaan ini adalah bersifat nonkomersial atau nonprofit.
2)     Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1.jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
3. berada pada tempat yang tidak tepat
3)     Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan atmosfernya.
       KASUS
Belakangan ini teknologi sangat berkembang pesat, hampir setiap manusia di dunia ini hidup atau mengenal internet. Baik secara aktif maupun pasif internet dapat digunakan oleh semua orang, karena selain menjangkau daerah pelosok juga harganya kian hari kian murah serta kecepatannya semakin tinggi. Tapi semua itu hanyalah kemajuan teknologi yang dilihat dari sisi positif, jika dari sisi negatif sangat banyak penyalahgunaannya seperti untuk kejahatan-kejahatan yang menggunakan teknologi. Contohnya penipuan, penculikan dsb. Kepintaran seseorang bila tidak didukung dengan moral yang baik maka akan menimbulkan perilaku yang buruk dalam kehidupan sehari-harinya. Memang penanaman moral sejak dini harus bisa diterapkan oleh para orang tua kepada anaknya. Terlebih anak sekarang harus mengenal teknologi sejak dini, yang dikarenakan perkembangan jaman semakin pesat. Jika sudah memiliki moral, maka apapun yang dilandasinya akan merefleksikan dari moral yang dia pahami dari kecil. Jadi pada saat dia bertambah dewasa maka dia pun akan siap dengan lingkungan yang sangat dapat menggangu moralnya. Jadi siapkan moral anda.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara “potong kompas”. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat moderen saat ini dan masa depan.

Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.





II.            A.  Hubungan Manusia sebagai Subjek Dan Objek Dalam  Seni


Di dalam epistemologi, yaitu filsafat pengetahuan, persoalan utama adalah “bagaimana subjek dapat mengetahui objek sebagaimana adanya?” Pengandaian umum adalah bahwa ada jarak yang memisahkan subjek dan objek. Sementara subjek berada di sini, objek berada di sana. Di dalam filsafat modern, persoalan itu menimbulkan pemisahan yang sangat kental antara aliran empirisisme dan rasionalisme. Sementara empirisisme yakin bahwa inderalah yang menjadi sumber pengetahuan, di luar indera kita tidak mempunyai pengalaman. Jadi baginya, yang ada hanyalah pengalaman inderawi. Kalau kita menggunakan ide atau gagasan, maka ide dan gagasan itu pun bermula dari pengalaman inderawi. Kita hanya dapat mengatakan mengenai sesuatu setelah akal kita mempunya ide yang dicetak oleh pengalaman inderawi. Kalau ada pengalaman lain yang berada di luar pengalaman inderawi, maka kita tidak dapat mengatakan apa pun mengenai hal itu secara bermakna. Kaum empirisis ditokohi oleh John Locke, George Berkeley, dan David Hume.
Sejauh mana yang ditangkap oleh indera itu benar-benar sama dengan yang ada di dalam objek? Apakah yang ditangkap indera itu objektif? Bagaimana dengan tipuan-tipuan kesan yang kita alami? Mata kita melihat bahwa tongkat yang sebagiannya kita masukkan ke dalam air menjadi bengkok; rel kereta api semakin jauh semakin menyempit. Padahal kalau tongkat itu kita raba jelas tetap lurus, dan kalau kita telusuri rel kereta api itu juga tidak menyempit. Apakah kesaksian indera kita menyesatkan? Lebih seru lagi, rasa gula di lidah kita terasa manis dalam kondisi sehat, tetapi menjadi pahit kalau kita sedang sakit. Kalau begitu di manakah letak rasa manis, dalam gula atau pada lidah kita? Bahkan lebih jauh dapat ditanyakan, kalau ada sebuah pohon besar tumbang di hutan tetapi tidak ada telinga yang mendengarnya, apakah suara gemuruh terjadi atau tidak? Jadi suara gemuruh itu ada di telinga atau ada pada pohon yang roboh? Artinya, kenyataan itu berada di dalam subjek (yang mempunyai indera) ataukah di dalam objek (yang diinderai)? Dengan kata lain, pengetahuan kita itu bersifat subjektif (tergantung subjek) ataukah objektif (tergantung objeknya)?
Persoalan ini pun menjadi relevan kalau kita berbicara mengenai epistemologi seni. Di dalam ilmu-ilmu modern, objektivitas menjadi tolok ukurnya yang utama. Sesuatu pengetahuan itu dapat disebut ilmiah sejauh kebenarannya dapat dijamin secara objektif, artinya yang kita ketahui benar-benar objek, bukan “wishful thinking” kita. Kalau dikaitkan dengan seni, apakah objektivitas juga menjadi hal yang penting di dalamnya? Atau justru sebaliknya? Apakah seni benar-benar merupakan hal yang seutuhnya bersifat subjektif? Ada ungkapan yang mengatakan: “Beauty lies in the eyes of the beholder”, yang artinya keindahan berada di mata orang yang melihatnya. Benarkah demikian? Kalau seni seutuhnya bersifat objektif, tentu menimbulkan gugatan sejauh manakah pendidikan seni menjadi relevan? Bukankah untuk mengembangkan rasa atau sentuhan artistik, orang perlu memahami norma-norma objektif yang mendasarinya?
Sebagaimana umum diketahui, filsafat sering kali memperumit permasalahan yang oleh orang lain dianggap sederhana. Di situlah kebajikan filsafat, yaitu merefleksikan pengalaman hingga tuntas sampai pada hal-hal yang hakiki. “Hidup yang tidak direfleksikan, tidak layak untuk dijalani”, kata Socrates, kakeknya filsafat Barat. Tetapi awal dari refleksi adalah pertanyaan. Pertanyaan merupakan rumah dari keberadaan manusia, kata Heidegger. Pertanyaan dimaksudkan untuk mengejar jawaban. Tetapi biasanya jawaban tidak sesubur pertanyaan yang dimunculkannya. Dengan demikian, hal itu sering kali membuat orang tidak tahan di dalam kegelisahan eksistensial. “Begitu saja kok dipersoalkan”, kata orang yang kapok untuk bertanya, karena sudah nyaman dengan kesesatannya.
Maka pada kesempatan ini, meskipun mungkin kita tidak sampai tuntas pada jawabannya, kita akan mencoba mengangkat pertanyaan-pertanyaan terkait dengan epistemologi seni. Semoga kalau hal ini tidak menambah wawasan, sekurang-kurangnya menyadarkan akan pertanyaan dan persoalan yang sebenarnya menggelayuti permasalahan seni.


III .A.Hubungan Subjek Dan Objek dalam Sains
Walaupun sains pada dasarnya bertujuan untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan tentang dunia sekitar, pada kenyataannya sains tidak dapat dan tidak bisa berada dalam lingkup sosial yang kosong. Karenanya sains tidak dapat dipisahkan dari upaya-upaya umat manusia, sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu baik secara sekilas maupun langsung pada sejumlah persoalan sosial, politik, agama dan filsafat. Akibatnya, materi pelajaran sains yang diajarkan di sekolah pun haruslah dihubungkan dengan lingkungan sosial dimana sains tersebut berkembang dan digunakan.
Ketika ilmuwan dikatakan bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap dampak sains pada masyarakat luas, wajah sains yang berhubungan dan mempunyai dampak langsung (baik positif maupun negatif) tersebut biasanya adalah aplikasi dari sains yaitu teknologi. Definisi yang luas tentang teknologi adalah segala aspek dari aktivitas teknis manusia, tidak hanya yang menghasilkan produk dari pabrik namun juga akumulasi pengetahuan teknis dan berbagai teknik spesifik yang digunakan. Terdapat dua syarat aplikasi sains yang berbentuk teknologi supaya bisa layak, yang pertama adalah harus rasional (suatu kaidah yang berasal dari sains) dan kedua adalah harus efisien, yaitu dalam hal penggunaan waktu, tenaga dan biaya.
Pandangan tentang sains dan hubungan eratnya dengan teknologi, memunculkan perspektif baru terhadap pendidikan sains di sekolah. Kita tidak hanya secara cepat dan bisa memiliki produk teknologi bagi kehidupan sehari-hari, kita juga mempunyai produk teknologi yang makin kompleks dan makin maju yang merubah kualitas hidup manusia. Bioteknologi misalnya, pada saat ini mampu memanipulasi proses dan mengubah suatu proses alami secara dramatis. Kelahiran Dolly yang diumumkan pada tahun 1996, domba hasil cloning mengubah persepsi bahwa sel reproduksi saja yang bisa menjadi mahluk hidup, sekaligus aplikasi pada pada mahluk hidup lainnya. Berbagai hal ini merupakan informasi penting bagi siswa dan akan menjadi bagian penting dari kurikulum sains sekolah. Tetapi berbagai hal tersebut tidak hanya akan membawa perubahan pada pengetahuan dan system nilai dari sains dan teknologi saja, namun hal lainnya juga seperti perspektif sosial yang berhubungan dengan kualitas hidup, factor ekonomi dan pertimbangan etis.
Pengajaran sains di sekolah yang menyertakan perkembangan sains dan teknologi diharapkan mendorong siswa untuk menilai berbagai sains dan teknologi yang ada. Pandangan ini sepertinya akan meniadakan fokus tradisional dari mata pelajaran sains. Namun, penekanan pada sains dan teknologi ini akan mengembangkan pemahaman siswa terhadap latar belakang pengetahuan yang berhubungan dengannya, walaupun dalam beberapa hal melibatkan hal yang rumit. Pengetahuan tradisional dari mata pelajaran sains tidak akan pernah hilang, malahan relevansi mata pelajaran terhadap dunia nyata dan daya tarik buat siswa akan meningkat.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah terdapatnya perbedaan cara pandang dari cara pandang ilmiah dengan cara pandang yang biasa digunakan sehari-hari. Pendapat umum yang menyebutkan pada saat kita tumbuh dewasa dan makin memahami dunia secara lebih baik merupakan hasil proses belajar yang mirip dengan proses sains, tidaklah sepenuhnya benar. Terdapat berbagai perbedaan antara kegiatan sains dengan pola kehidupan sehari-hari (lihat Tabel dibawah). Hal inilah yang membuat sains begitu sukses berkembang dan mempengaruhi hidup umat manusia selama ini, dan juga menjadikan sains sebagai mata pelajaran penting yang harus diajarkan di sekolah.


Perbedaan Sifat Kegiatan Sains dan Kehidupan Sehari-hari
Status dari Pengetahuan
Pola Kehidupan sehari-hari
Pola sains
Pengetahuan berhubungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang terbukti berhasil dalam suasana yang telah dikenal sebelumnya serta kebanyakan bukan berasal dari generalisasi
Pengetahuan dilihat sebagai sesuatu yang:
· terbukti dengan sendirinya
· tidak bermasalah
· berbentuk resep/tips
pengetahuan divalidasi dan divalidasi ulang terhadap motif pragmatis (apakah hal itu bekerja) dan dalam interaksi sosial (apakah hal tersebut mudah dikomunikasikan?)
Pengetahuan yang diungkapkan dapat digeneralisasi dan bersifat abstrak


Pengetahuan dilihat sebagai sesuatu yang:
· berada dalam suatu kerangka yang terus dikritisi
· mempunyai perhatian terhadap hal yang rumit dan dengan segala penjelasan teoritisnya
· terintegrasi dari pengalaman kongkret dan penjelasan teoritis
pengetahuan divalidasi dengan pengulangan, kekonsistenan secara internal dan akhirnya oleh komunitas ilmiah. Pada akhirnya tergantung terhadap penilaian atas bukti-bukti yang kuat
Pengembangan Pengetahuan
Kebaruan didapatkan jika hal tersebut penting untuk perencanaan kegiatan saat ini atau di masa depan. Pemahamannya diarahkan hanya untuk menghasilkan kegiatan yang berhasil
Kebaruan tidak hanya sekedar dipertemukan namun biasanya merupakan hasil dari memperluas dan menguji klaim pengetahuan sebelumnya.
Kebaruan bertujuan untuk berusaha memahami suatu hal sedalam yang mungkin bisa dicapai.
Type
Kognitif
Bertujuan memahami secara secukupnya untuk menjadikan suatu kegiatan menjadi berhasil
Pemahaman diarahkan untuk memperlengkap pengetahuan yang dapat memberikan penjelasan sekaligus peramalan
Sumber





KASUS PELANGGARAN ETIKA DALAM BIDANG SAINS
Kasus Pelanggran Etika 1(kasus pelanggaran etika dalam dunia maya dan teknologi informasi)
Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer-komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Alasannya: Seiring perkembangan internet yang benar-benar pesat dan diiringi perkembangan security dan underground,ada banyak kemungkinan yang terjadi diantaranya adalah:
1. Wanna Be A Hacker ( ingin menjadi seorang hacker ).
2. Mendapatkan popularitas.
3. Ingin mendapat pujian.
Solusi: Melalui sosialisasi yang tepat dan strategi yang baik, keberadaan para individu hacker yang berkembang di masyarakat dapat dijadikan sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan kinerja keamanan beraneka ragam sistem komputer yang dimiliki oleh masyarakat, agar tidak terhindar dari serangan dan penetrasi pihak luar yang dapat merugikan bangsa dan negara.
Kasus Pelanggaran Etika 2( Pelanggaran Hak Cipta di Internet)
Seseorang dengan tanpa izin membuat situs penyayi-penyayi terkenal yang berisikan lagu-lagu dan liriknya, foto dan cover album dari penyayi-penyayi tersebut. Contoh : Bulan Mei tahun 1997, Group Musik asal Inggris, Oasis, menuntut ratusan situs internet yang tidak resmi yang telah memuat foto-foto, lagu-lagu beserta lirik dan video klipnya.
Alasannya: Grup musik tersebut yang dapat menimbulkan peluang terjadinya pembuatan poster atau CD yang dilakukan pihak lain tanpa izin.
Solusi:Pelanggaran hak cipta secara online juga mencakup pembajakan DMCA, layanan internet perlindungan hak cipta yang sedang berlangsung, layanan berlangganan perlindungan hak cipta secara online, anti-pembajakan perlindungan dan pelayanan pemberitahuan pelanggaran hak cipta dan pelanggaran hak cipta situs.
Kasus Pelanggaran Etika3(Pelanggaran Piracy)
Piracy adalah pembajakan perangkat lunak (software)
Apple iPhone berada di tengah kontroversi yang cukup besar awal tahun ini, di mana ketika para peneliti mengungkapkan adanya bug di sistem operasi perangkat iOS yang menyimpan data lokasi GPS dalam folder yang terlindungi. Informasi tersebut memungkinkan aparat penegak hukum, detektif swasta dan pihak lainnya menggunakan iPhone untuk melacak pengguna perangkat di setiap tempat di mana mereka berada, karena setiap saat iPhone melakukan ping ke sebuah menara seluler untuk GPS koordinat lalu disimpan pada perangkatnya. Ketika berita ini keluar, banyak protes yang mencuat dari kalangan pemilik smartphone tersebut.
Meskipun pada saat itu banyak pengguna yang protes, sebuah survei baru dari AdaptiveMobile menemukan bahwa 65 persen dari pemilik iPhone sebetulnya tidak menyadari fakta bahwa aplikasi yang mereka download ke perangkat mereka berpotensi melanggar privasi mereka. Sebagian pengguna lainnya sebenarnya telah tertangkap karena menggunakan aplikasi untuk mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan pengguna dan mengirimkan mereka kembali ke pengembang untuk tujuan pengiklanan. Survei AdaptiveMobile global ini dilakukan terhadap 1.024 pengguna iPhone.
Aplikasi berbahaya pada smartphone memang bukan kasus yang benar-benar baru. Pada sistem operasi Google Android pun pernah terdapat virus dan aplikasi yang mampu mencuri data.Untuk iPhone sendiri, Proses pemeriksaan perusahaan Apple cukup ketat sebelum aplikasi disetujui untuk dijual di App Store, namun salah satu ahli keamanan mencatat bahwa masih banyak kemungkinan pengeksploitasian lubang keamanan di iOS yang berpotensi adanya pembajakan iPhone.
Sementara AdaptiveMobile menemukan bahwa sebagian besar pengguna iPhone tidak menyadari ancaman keamanan potensial pada perangkat mereka, ia juga menemukan bahwa 7 dari 10 pengguna cenderung menganggap pelanggaran privasi yang notabene merupakan sebuah kejahatan.
Dari sudut pandang AdaptiveMobile, kurangnya kesadaran beberapa pengguna iPhone membuat informasi mereka dapat dicuri bahkan membuat proses pencurian informasi tersebut lebih mudah. Kurangnya pengetahuan pengguna dapat menyebabkan cybercrime. Dengan mengetahui bahwa iPhone rentan terhadap masalah tersebut maka sebaiknya Anda berhati-hati dengan apa yang Anda gunakan sehingga Anda dapat menjaga data pada iPhone tetap aman. Oleh karena itu, gunakanlah aplikasi hanya dari pengembang yang Anda percaya, dan batasi jenis informasi data yang bersifat sensitif.
alasannya:
1. Lebih murah ketimbang membeli lisensi asli
2. Format digiyal sehingga memudahkan untuk disalin kemedia lain
3. Manusia cenderung mencoba hal baru
4. Undang undang hak cipta belum dilaksanakan dengan tegas
5. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menghargai ciptaan orang lain






DAFTAR PUSTAKA


: Dawson, C. 1992. The Scientific and the everyday: two different ways of knowing: somne implications for teachers. The Australian Science Teachers Journal. Volume 38, no. 1, hal 19-24.

Powered by Blogger.
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 #LagiBerjuang All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates