PROPOSAL JUAL KAOS POLOS


PROPOSAL JUAL KAOS POLOS MENGGUNAKAN BLOG
PEMODELAN DAN SIMULASI

Logo.jpg













Disusun oleh :

Aldis Rachtya               50416514
Ardiano Vito                 51416017
Indra Wibowo              53416513
M. Ramadhan A                    55416031
Noviyanti                      55416512




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Belanja merupakan kebutuhan bagi setiap orang, entah itu kebutuhan primer maupun keperluan sekunder. Kalau jaman dahulu orang belanjanya ke toko atau ke pasar, tapi dalam perkembangannya semua mulai berubah. Sekarang serba mudah, tak perlu lagi pergi kemana-kamana sekedar untuk memenuhi kebutuhan. Ya, sekarang orang bisa dengan mudah berbelanja dengan keberadaan toko online. Di era sekarang ini industri fashion sangat berkembang pesat di Indonesia. Banyak jenis dan model kaos polos yang setiap harinya di produksi dengan beragam varian warna menarik serta model kaos yang bervariatif, sehingga menjadikan kaos polos banyak diminati oleh semua kalangan. Tampil trendy dengan kaos polos memang menjadi daya tarik sendiri bagi semua orang saat ini, selain membawa kesan santai dan elegan, Kaos polos menjadikan seseorang yang menggunakannya nampak casual, rapi serta fashionable.

1.2         Visi
Menjadikan kaos polos menjadi trend fashion dikalangan Indonesia

1.3         Misi
1. Selalu berinovasi dengan produk kaos
2. Meningkatkan kualitas kaos polos
3. Mengutamakan kualitas dalam pelayanan sehingga konsumen puas

1.4         Tujuan Kegiatan Usaha
1. Mendapatkan keuntungan.
2. Menarik minat konsumen untuk membeli produk yang penulis buat, agar mencapai target penjualan.

1.5         Maksud  Kegiatan Usaha
Dari hal membuka usaha ini penulis bermaksud ingin menyalurkan ilmu yang penulis miliki yaitu Kemampuan di bidang fashion,  di dunia usaha bentuk dari pengalaman dan menambah wawasan atas ilmu yang telah penulis ketahuai dan ingin berinovasi dengan produk dalam negeri sehingga produk kaos tidak akan kalah dalam kualitas dengan kaos-kaos di jaman yang modern ini.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Profil
Kaos polos adalah brand dari kegiatan usaha penulis, karena bahan pembuatannya adalah cotton combed yaitu bahan katun diketahui sangat halus dan rajutannya pun rapat. Kualitas dari bahan ini membuatnya menjadi nyaman dipakai. Ada beberapa jenis baju yang dijual dalam blog kaos polos seperti soft-tee, premium cotton t-shirt, dan long sleeve dengan berbagai size S,M,L,XL

2.2       Strategi Pasar
Agar rencana mendirikan usaha ini berjalan dengan lancar, upaya yang dilakukan dalam melakukan strategi pasar antara lain memasarkan produk dalam bentuk blog atau online kepada costumer.

2.2.1    Segmenting ( Pembagian segment )
Segmenting pasar yang menjadi tolak ukur dalam target bisnis ini adalah dengan menjadikan konsumen sebagai prioritas , dan mengutamakan kepuasan konsumen sebagai kualitas utama demi mencapai tujuan, produk yang penyusun buat haruslah menarik , berkualitas, dan fashionable sesuai dengan kelasnya.   
     
2.2.2    Targeting
Target pasar yang penyusun bidik adalah kalangan remaja terutama pelajar dan mahasiswa.

2.3       Analisis SWOT
Analisis SWOT dijadikan sebagai sebuah acuan untuk sadar akan sebuah ukuran kualitas untuk dapat menghadapi persaingan yang terjadi dilapangan.

2.3.1    Strength (Kekuatan)
            Rasa percaya bahwa produk ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat luas, karena produk yang penulis buat ini mempunyai kualitas yang cukup tinggi karena bahan dasarnyaa menggunakan cotton combat yang sangat halus dan nyaman dipakai.

2.3.2    Weakness (Kelemahan)
            1. Hanya menyediakan kaos polos
            2. Produk mudah ditiru          

2.3.3    Opportunity (Peluang)
            Produk yang ditawarkan adalah jenis produk kaos polos dengan bahan tekstil terbaik dan melalui teknik penjahitan yang rapih sehingga menciptakan kaos polos dengan kualitas yang paling baik dikelasnya.

2.3.4    Treath (Ancaman)
            1. Dapat terjadi tindakan plagiarism di lapangan
            2. Adanya oknum yang melakukan penipuan dengan mengatasnamakan toko





           
     
















       BAB III
 MANAJEMEN PRODUKSI , PENAWARAN , DAN DISTRIBUSI

3.1 Proses Produksi
Kegiatan produksi dapat dilakukan dengan :
1.      Mencari sumber daya manusia yang siap membuat barang sesuai dengan permintaan
2.      Melakukan kegiatan diskusi terhadap SDM yang bekerja untuk bersama-sama dalam mencari keuntungan secara adil dan sehat.
3.      Memonitor cara kerja SDM agar selalu tercipta barang yang berkualitas.
4.      Mensortir pembagian produksi baju sesuai dengan ukurannya
5.      Melakukan packing barang yang sesuai dengan standar produksi.

3.2 Manajemen Penawaran
Kegiatan manajemen penawaran barang dapat dilakukan dengan :

3.2.1 Menawarkan model
            Penawaran model dilakukan dengan menampilkan berbagai macam pilihan fashion yang tersedia agar tercipta baju yang bervariasi.

3.2.2 Menyajikan promo dan diskon
            Dengan melakukan penyajian promo , diharapkan dapat menarik hati konsumen untuk melihat produk yang ditawarkan. 

3.3 Proses Distribusi
Kegiatan distribusi dapat dilakukan dengan :
1.      Konsumen membuka situs penjualan yang tersedia
2.      Konsumen mencari barang yang diinginkan
3.      Konsumen menghubungi pihak penjual barang
4.      Konsumen mengkonfirmasi pembelian barang
5.      Konsumen menunggu pengiriman barang
6.      Konsumen menerima barang
           
           
           


BAB VI
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

          Penyusun menciptakan produk dengan memperhatikan kebutuhan konsumen , dengan kaos ini diharapkan dapat menciptakan kaos polos yang berkualitas , rapih , serta tetap tampil fashionable. Baju polos juga jual dengan harga yang relatif murah sehingga diharpkan dapat menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin membelinya.

4.2 Saran
            Penyusun menyarankan agar model baju yang ditawarkan lebih di perbanyak agar produk ini menjadi lebih bervariasi .




Perusahaan di Bidang e-Agriculture (TIK)


e-Agriculture adalah bidang yang muncul sebagai perpaduan/irisan informatika pertanian, pembangunan pertanian dan kewirausahaan, mengacu pada layanan pertanian, diseminasi teknologi, dan informasi yang disampaikan atau ditingkatkan melalui Internet dan teknologi terkait. Lebih khusus lagi, melibatkan konseptualisasi, desain, pengembangan, evaluasi dan inovatif cara untuk menggunakan teknologi informasi yang ada atau muncul (FAO, 2005).

e-Agriculture
 adalah bidang yang muncul untuk meningkatkan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan melalui proses-proses untuk akses pengetahuan dan pertukaran menggunakan informasi dan komunikasi (e-agriculture.com, 2006)

Dalam rencana aksi WSIS, berisi e-agriculture sebagai bidang aplikasi TIK :

·         Memastikan penyebaran sistematis informasi menggunakan TIK pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan makanan, dalam rangka memberikan akses siap untuk komprehensif, up-to-date dan pengetahuan rinci dan informasi, khususnya pedesaan.
·         Kemitraan pemerintah dan swasta harus berusaha untuk memaksimalkan penggunaan TIK sebagai instrumen untuk meningkatkan standar produksi, pemasaran dan keamanan pangan. dan TIK.
Electronic agriculture (e-agriculture) adalah proyek membangun sebuah database yang mengumpulkan sejumlah besar data dari stakeholder seperti berbagai instansi pemerintah, kearifan lokal, pasar, ladang petani, dan lain-lain (Rassameethes, 2007).

 e-Agriculture
 dan e-Agribusiness pada dasarnya adalah pemanfaatan ICT dalam bidang pertanian atau bisnis di bidang pertanian. Dengan kata lain e-agribusiness adalah e-business di bidang pertanian. (Ingale et al, 2007).

Pemanfaatan TIK dalam bidang pertanian sering dinamakan e-agriculture atau e-agribusiness. Pengertian e-agriculture atau e-agribusiness sering diambilkan dari definisi e (electronic) dalam konsep Information and Communication Technology, yaitu kegiatan pertanian dan/atau agribisnis yang memanfaatkan keunggulan ICT seperti komputer, internet, piranti lunak (softwares) dan piranti keras (hardwares), radio, televisi dan perangkat IT lainnya, serta orang yang mengoperasikan ICT tersebut (Soekartawi, 2007).



PT. BIO INDUSTRI NUSANTARA
PT.Bio Industri  Nusantara (Bionusa)  merupakan  Konsorsium dari  PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) III, V, VII dan  VIII  didirikan di Jakarta tanggal 10 Nopember 1999 berdasarkan Akta Notaris Tien Norman Lubis, SH nomor 10 tanggal 10 Nopember 1999, dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-06812 HT.01.01.Tahun 2001 tanggal 28 Agustus 2001, kemudian dirubah sesuai Akta Notaris R.Nurgana Hermania, SH Nomor. 27  tanggal 27 Maret 2009, dan telah mendapat Persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI tanggal 27 April 2009 Nomor AHU-16033.AH.01.02 tahun 2009.

Kantor Pusat beralamat di Jalan Ir.H. Juanda No.107 Bandung dan Pabrik berlokasi di Jalan Raya Bungursari Nomor 215 Desa Cibening  Purwakarta.
Pemberitahuan Pindah Kantor :
Kami informasikan bahwa mulai tanggal 1 Mei 2016, PT Bio Industri Nusantara akan menempati kantor pusat yang baru dengan alamat lengkap berikut:
Jl. Ciwulan No. 34 Bandung, Tlp/Fax : 022-7206717
Segala hal yang terkait dengan surat-menyurat, telepon/fax, dan keperluan administratif lainnya harap ditujukan ke alamat tersebut. atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

VISI & MISI
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri, perdagangan dan konsultasi teknis sektor pertanian/perkebunan, PT. Bio Industri Nusantara memiliki misi, visi dan tujuan perusahaan yakni :
VISI
Menjadi perusahaan yang tangguh di bidang penyedia sarana dan jasa produksi untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan perkebunan yang berazaskan sustainabilitas.
MISI
1. Memproduksi pupuk non kimia, bioaktivator dan biopestisida yang ramah lingkungan
2. Menyediakan sarana penunjang usaha pertanian dan perkebunan
3. Menyediakan jasa konsultasi untuk meningkatkan efisiensi usaha Pertanian dan Perkebunan berbasis kelestarian lingkungan.
4. Melakukan kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan.
TUJUAN
Memupuk keuntungan melalui tata kelola bisnis yang baik dengan mengutamakan kepuasan pelanggan , mitra usaha dan stakeholders lainnya.
"Menghargai kreativitas dan menghasilkan inovasi dalam penemuan metode atau produk baru"

Sejarah Pendirian
Pendirian perusahaan ini diawali dengan penyampaian sebuah proposal pendirian pabrik pupuk hayati  Emas (PHE) oleh Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor (UPBP) (sekarang bernama  Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia atau disingkat BPBPI)  kepada Menteri Negara Pendayagunaan  Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/ Kepala Badan Pembina BUMN.  Menteri Negara Pendayagunaan BUMN menyepakati pendirian perusahaan untuk memproduksi PHE.  BUMN yang bersedia untuk melaksanakan pendirian perusahaan ini adalah PTPN III (Medan), V (Pekanbaru), VII (Bandar Lampung), dan VIII (Bandung). Keempat PTPN tersebut akhirnya mendirikan perusahaan pada 10 November 1999   dengan nama PT Bio Industri Nusantara. Badan Hukum perusahaan baru diperoleh pada tanggal 28 Agustus 2002 dengan  No. C-06812 HT.01.01. Dimulai dari saat pendirian  s/d pabrik PHE  dapat dioperasikan telah memerlukan waktu sekitar  30 bulan. Tidak kurang dari 40 dokumen/surat pendukung yang diperlukan dalam pembangunan perusahaan dan pabrik mulai dari surat domisili, pembebasan lahan, s/d  akte pendirian perusahaan.
Hal utama yang disampaikan dalam proposal pendirian perusahaan tersebut di atas  adalah bahwa penggunaan PHE  baik pada tanaman pertanian maupun tanaman perkebunan, dapat mengurangi keperluan  pupuk kimia  25 s/d 50 %  tanpa adanya penurunan produktivitas tanaman.  Pernyataan  ini tentunya telah didukung oleh hasil-hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Pupuk hayati Emas (PHE)  mulai diteliti sejak tahun 1994 oleh  Dr. Ir. H. Didiek Hadjar Goenadi, MScdari Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor  dan Dr. Rasti Saraswaty, MS dari Pusat Penelitian Tanaman Pangan Bogor.  Sebagai sumber biaya penelitian adalah dana APBN dan Riset Unggulan Kemitraan (RUK). Patent PHE diperoleh dari Departemen Kehakiman dan Ham RI pada  tahun 1998  dengan No. ID 000 0206 S.  Jenis pupuk hayati ini telah terdaftar di Departemen Pertanian RI  dengan No. registrasi G 798/BSP/X/2001  tanggal 17 Oktober 2001 dan diperbaharui dengan No. G 148/HAYATI/PPI/X/2007 tanggal 8 Oktober 2007. Sertifikat merek pupuk hayati diperoleh  dari Dept. Kehakiman  pada tanggal 20 Januari 2003 dengan No. D 08-01-00034 tanggal 20 Januari 2003.
Setelah perusahaan didirikan pada 10 November 1999 di Jakarta, selanjutnya  ditentukan lokasi kantor Direksi dan pabrik yang akan dibangun.  Atas izin Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII,  kantor Direksi PT Bio Industri Nusantara  ditetapkan di Jl. Ir. H. Juanda 107 Bandung (di salah satu wing sebelah utara  bangunan ex PTP XIII).  Pabrik yang dibangun berlokasi di salah satu blok areal karet Kebun Cikumpay PT Perkebunan Nusantara VIII,  seluas 1 ha di Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.  Peletakan batu pertama pembangunan pabrik PHE  dilaksanakan oleh   Dr. AS. Hikam, Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada 16 Januari 2001. Pabrik mulai beroperasi pada Juni 2002.

Sumber :

Powered by Blogger.
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 #LagiBerjuang All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates