PENGERTIAN DESIGN KOMUNIKASI VISUAL
menurut sumber dari wikipedia Desain
komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia
dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses
pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian
informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat
kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan
simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang
kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
SEJARAH DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya
pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia
untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan
yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engravingdan
lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa Barat sedang merayakan
romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan
peristiwa heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang
cantik. Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak
langsung kepada rakyat Indonesia. penguasaan teknik cetak pun bukan dari
akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Mesin
cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada
operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan
misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak
kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain mencetak kitab suci, mereka
juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen. moving image,display
dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai
menggantikan istilah desain grafis.
Perbedaan Desain
Komunikasi Visual dan Seni Murni
Desain Komunikasi Visual:
a. Menghadapi lebih dari satu pengamat
b. Bertujuan untuk memuaskan seseorang atau sekelompok orang
c. Dapat memahami dan menginterpretasikan permintaan seseorang atau
sekelompok orang ke dalam suatu karya desain
d. Menggerakkan sekelompok orang untuk menghadiri suatu acara mengikuti
petunjukan, memahami peta suatu lokasi atau membeli suatu produk
e. Informasinya bersifat universal (dapat dimengerti semua orang)
Seni murni:
1. Pengamatnya
hanya satu, yaitu seniman itu sendiri
2. Ekspresi
emosi dan perasaan dari seniman itu sendiri yang bertujuan untuk memuaskan diri
seniman tersebut
3. Informasinya
bersifat emosional, yang berarti tidak harus dapat diartikan dan dibaca oleh
orang lain
Elemen-elemen yang digunakan dalam desain
komunikasi visual antara lain adalah :
A. ILUSTRASI
Ilustrasi adalah suatu bidang dari seni yang
berspesialisasi dalam penggunaan gambar yang tidak dihasilkan dari kamera
atau fotografi(nonphotographic
image) untuk visualisasi. Dengan kata lain, ilustrasi yang dimaksudkan di sini
adalah gambar yang dihasilkan secara manual.
B. SIMBOLISME
Simbol telah ada sejak adanya manusia, lebih
dari 30.000 tahun yang lalu, saat manusia prasejarah membuat tanda-tanda pada
batu dan gambar-gambar pada dinding gua di Altamira, Spanyol. Manusia pada
jaman ini menggunakan simbol untuk mencatat apa yang mereka lihat dan kejadian
yang mereka alami sehari-hari.
C. FOTOGRAFI
Ada dua bidang utama di mana seorang desainer
banyak menggunakan elemen fotografi, yaitu penerbitan (publishing) dan
periklanan (advertising). Beberapa tugas dan kemampuan yang diperlukan dalam
kedua bidang ini hampir sama. Menurut Margaret Donegan dari majalah GQ, dalam
penerbitan (dalam hal ini majalah) lebih diutamakan kemampuan untuk bercerita
dengan baik dan kontak dengan pembaca; sedangkan dalam periklanan (juga dalam majalah)
lebih diutamakan kemampuan untuk menjual produk yang diiklankan tersebut.
D. TYPOGRAFI
Tipografi adalah seni menyusun huruf-huruf sehingga dapat
dibaca tetapi masih mempunyai nilai desain. Tipografi digunakan
sebagai metode untuk menerjemahkan kata-kata (lisan) ke dalam bentuk tulisan
(visual). Fungsi bahasa visual ini adalah untuk mengkomunikasikan ide, cerita
dan informasi melalui segala bentuk media, mulai dari label pakaian, tanda-tanda lalu lintas, poster, buku, surat
kabar dan majalah. Karena itu pekerjaan seorang tipografer (penata huruf) tidak
dapat lepas dari semua aspek kehidupan sehari-hari.
E. LAYOUT
Layout menjadi elemen yang terakhir dan sangat
penting, dimana kita dituntut untuk bisa mengolah ruang kosong pada suatu
bidang untuk dijadikan media desain yang mudah dibaca dan agar tidak membuat si
pembaca menjadi cepat lelah ketika membaca/ melihat desain yang kita buat
dikarenakan tata letak yang tidak bagus (tidak nyaman dipandang).
Daftar Pustaka :
https://hanifsyahsolehuddin.wordpress.com/2016/11/08/pengertian-dan-sejarah-desain-komunikasi-visual/
https://designideasdkv1.wordpress.com/2013/01/07/elemen-elemen-desain-komunikasi-visual/