Perubahan Kebudayaan Di Indonesia

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
STUDI KASUS TENTANG PERUBAHAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
DISUSUN OLEH :
INDRA WIBOWO (53416513)
1IA24






            
 








FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


KATA PENGANTAR

      Puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT. Kepada-Nya kita memuji dan bersyukur, memohon pertolongan dan ampunan. Kepada-Nya pula kita memohon perlingdungan dari keburukan diri dan syaiton yang selalu menghembuskan kebatilan pada diri kita.
      Dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Alhamdulillah makalah yang berjudul “Perubahan Kebudayaan di Indonesia” ini dapat di selesaikan dengan baik. Saya menyadari sepenuh hati bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini.
      Saya mengharapkan kritik dan saran para pembaca sebagai bahan evaluasi saya dalam pembuatan makalah berikutnya. Mudah-mudahan itu semua menjadikan dorongan bagi saya agar lebih agar lebih meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan dating.

Bekasi, 21 Juli 2017


Penyusun
  
BAB 1
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu dengan kemodernan zaman serta kemajuan teknologi canggih dimana-mana membuat para kaum pribumi terutama mahasiswa yang menjadi berubah pola pikirannya dan terkena imbas dari trans budaya asing atau budaya barat. Seperti saat ini banyak dijumpai yakni tentang gaya bahasa atau logat bicaradari daerah masing-masing, kemudian cara berpakaian atau berdandan dan tingkah laku para mahasiswa sekarang.
Edward Shits berpendapat, bahwa dalam proses interaksi antar kebudayaan, maka perubahan akan terjadi pada bagian-bagian pinggir terlebih dahulu baru menuju ke pusat atau dari baian sekular menuju ke yang sakral. Maka Koentjoroningrat telah langsung menunjuk pada unsur-unsur kebudayaan yang paling mudah berubah yakni teknologi, mata pencaharian, kesenian, bahasa, dan ilmu pengetahuan.
Penyatuan antara ilmu spiritual dan ilmu umum diracik sedemikian rupa, menghassilkan formula khas kunci kesuksesan. Kita sering mendengar dan meresapi di daerah-daerah sekitar kita maupun daerah sekitar kampus, bahwasanya banyak mahasiswa atau mahasiswi yang mana mereka selalu menggunakan logat bahasa yang tidak semestinya. Seperti berbicara yang tidak semestinya atau dibuat-buat terkadang dengan logat seperti itu mahasiswa kurang sopan dengan berbicara dengan orang yang lebih tua layaknya guru maupun dosen, mereka tidak pernah sadar bahwasanya logat yang mereka gunakan seperti itu bukanlah mencerminan kebudayaan kita yang selalu mengedepankan kesopanan sert tata bahasa yang baik dan benar, pastinya kedepannya akan merubah atau menggantikan posisi ke-khasan logat bangsa Indonesia jika tetap seperti itu dan tidak mau menjaganya.
Maka jangan salahkan anak cucu kita jika mereka nantinya akan meniru kita semua yang mana kita telah menjadi pengguna tetap logat bahasa yang seperti itu sehingga telah mendarah daging dan anak cucu kita akan terkena imbas dari apa yang telah kita lakukan.
Kemudian untuk cara berpakaian atau etika dalam memakai pakaian sehari-hari. Banyak anak muda bahkan para mahasiswa dalam cara berpakaiannya lebih condong dan berkiblat ke dunia barat, tetapi sayang mereka atau kita terkadang terlalu berlebihan dalam mengikuti zaman atau mengikuti mode dari dunia barat, padahal orang-orang eropa sendiri ataupun orang Amerika yang lebih mengenal mode modern mereka terkesan kalah dengan para anak muda atau mahasiswa kita, mereka lebih sederhana tetapi tetap dengan mode atau cara berpakaian yang tidak berlebihan. Tidakkah kita ingat pada budaya-budaya cara berpakaian bangsa kita yang mana bangsa ini mengenal budaya berpakaian yang sopan dan terlihat santun, yang lebih mengenakkan mata kita ataupun oranglain, yang lebih ramah dan rapi, sehingga nantinya kita akan menjadi serba tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Tak kalah pentingnya juga dengan tingkah laku para anak muda zaman sekarang ini begitupun para mahasiswa atau mahasiswi. Sekarang banyak anak muda yang meninggalkan budaya negeri kita dalam bertingkah laku dimanapun kita berada dan dengan siapa kita bergaul.
Mereka banyak terpengaruh dari dunia luar atau dari negara-negara barat yang mempunyai pusat mode atau kiblat dari belahan dunia lain. Mereka juga terlalu berlebihan dalam mengikuti zaman, sehingga mereka tidak bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk ataupun yang tidak cocok dengan budaya kita. Jadi tidak mengherankan jika saat ini banyak anak muda ataupun mahasiswa yang perilakunya kurang baik ataupun kurang sopan dan berani pada orang-orang yang lebih tua darinya. Bahkan antara dosen dan mahasiswa terkesan tidak ada bedanya, seolah mereka menganggap dosen seperti teman biasa yang tak patutuntuk dihormati dalam artian untuk tidak bertawadu’.
Maka dari itu saya akan mengunpas masalh-masalah kebudayaan yang ada di negeri ini, dengan harapan agar aak uda ataupun mahassiswa sadar akan pentingnya budaya-budaya kita. Dan juga agar kebudayaan kita senantiasa terjaga dan lestari, sehingga anak cucu kita tetap bisa menikmati kebudayaan-kebudayaan negeri ini.
B.  Rumusan Masalah
1.   Apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa ?
2.   Faktor apa saja yang dapat merubah kebudayaan mahasiswa ?
3.   Bagaimana proses perubahan budaya tersebut ?
4.   Bagaimana cara perubahan buday tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa ?
C.  Tujuan
Tujuan-tujuan dari masalah-masalah budaya adalah tidak lain untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang masalah-masalah budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan diantaranya sebagai berikut :
1.   Mengetahui apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa.
2.   Memahami faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa.
3.   Memahami bagaimana proses perubahan budaya tersebut.
4.   Memahami bagaimana cara perubahan budaya tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa.




BAB 2
PEMBAHASAN

A.    Hakikat manusia
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusa itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa yang terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran.
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a. Makhluk yang memiliki tengah dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c. Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Sebagai mahluk sosial memiliki fungsi biologis, proteksi, sosialisasi/pendidikan. Supportive dan ekspresive sebagai berikut :
1.  Makhluk yang memiliki kemauan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3. Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4. Makhluk yang bertumbuh dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5. Individu yang selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan kepribadiannya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7. Makhluk Tuhan yang paling sempurna karna memiliki akal budi
8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Sifat hakekat manusia menjadi kajian antropologi, yang hasilnya sangat diperlukan dalam upaya menumbuh kembangkan potensi manusia.

1.      Sifat Hakekat Manusia
Sifat hakekat manusia merupakan ciri-ciri yang karakteristik, yang secara principal membedakan manusia dengan hewan, walaupun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama secara biologis (lihat orang hutan). Karenanya banyak filsuf menamakan manusia identik dengan heawan seperti : Socrates, menyebut manusia Zoon Politico (hewan yang bermasyarakat); Max Schaller ; menyebutkan : Das Krantetier (Hewan Ynag Selalu Bermasalah); demikian pula Charles Darwin dengan teori evolusinya telah membuktikan bahwa manusia berasal dari kera (Primat) tetapi dia gagal yang disebutnya dengan The Missing Link.

2.   Wujud sifat Manusia  
a). Kemampuan Menyadari diri
manusia dapat membedakan dirinya dengan manusia lain (ia, mereka) dan lingkungan non manusia (fisik).
Manusia dapat membuat jarak dengan manusia lain dan lingkungannya. Manusia memiliki arah pandangan kedalam dan keluar.
Pandangan arah kedalam, akan memberi status lingkungan sebagai subyek berhadapan dengan aku sebagai obyek. (Penting untuk pengembangan sosial)
Pandangan arah keluar, memandang lingkungan sebagai obyek, aku sebagai obyek yang memanipulasikan lingkungan untuk aku, berpuncak pada egoisme. (Penting untuk pengembangan individualitet).

3.      Kemampuan Bereksistensi
Kemampuan bereksistensi dimaksudkan manusia tidak hanya “ber-ada” (seperti hewan dan tumbuhan) tetapi juga “meng-ada” , dimana manusia tidak hanya bagian lingkungan seperti hewan dan tumbuhan tetapi manusia menjadi manajer lingkungan (mengolah, mengendalikan).
4.      Kata Hati (Consuence of Man)
Kata hati juga disebut dengan istilah : hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati dan lain sebagainya. Yang berarti kemampuan pada diri manusia untuk mengetahui baik buruknya perbuatan manusia termasuk pula kemampuan pengambilan keputusan atas dasar pertimbangan benar/salah, analisis yang didukung kecerdasan akal budi.
        5. Kecerdasan Moral
            Moral bertalian erat dengan keputusan kata hati, dan nilai-nilai kemanusiaan.
        6. Tanggung Jawab
            Kesiapan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang berwujud tanggung  kepada diri sendiri, masyarakat dan Tuhan.
         7.Rasa Kebebasan
Rasa bebas, bukan dimaksud perbuatan bebas membabi buta, bebas dalam arti, berbuat bebas dengan berlandaskan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, kemerdekaan yang sesungguhnya justru berlangsung dalam keterikatan karenanya, kemerdekaan erat kaitannya dengan kata hati dan moral orang merasa merdeka apabila perbuatannya sesuai dengan kata hatinya.
         8.Kewajiban dan Hak
Kewajiban dan hak, merupakan indicator bahwa manusia sebagai mahluk sosial.
Pemenuhan akan hak dan pelaksanaan kewajiban berkaitan erat dengan keadilan, dapat dikatakan kedilan terwujud bila hak sejalan dengan kewajiban.
Kemampuan menghayati kewajiban tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui s  uatu proses pendidikan (disiplin).
          9.Kemampuan Menghayati Kebahagiaan.
Kebahagiaan milik manusia : kebahagiaan yang dapat dicapai apabila manusia dapat meningkatkan taraf hidupnya sebagai mahluk sosial (memahami kelebihan dan kekurangannya); dengan alam (untuk eksploitasi dan dilestarikan); dan terhadap Tuhan Maha Pencipta.

B.  Pengertian unsur dan wujud
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas daripada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Ø  Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
a.       alat-alat teknologi;
b.      sistem ekonomi;
c.       keluarga;
d.      kekuasaan politik.
Ø  Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
a. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya;
b. organisasi ekonomi;
c. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama);
d. organisasi kekuatan (politik).
Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
C. Menjelaskan hubungan manusia dan kebudayaan
Budaya/Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasaIndonesia.


Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.




BAB 3
ISI

A.  Penyelesaian masalah
Apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa ?
Di era modern ini perkembangan teknologi semakin pesat. Penemuan-penemuan baru ditemukan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Rotasi bumi terasa berputar semakincepat, kita dituntut kritis untuk menghadapi kerasnya zaman. Istilah globalisasi sudah tidak asing ditelingan, kerjasama lintas wilayah tiada batas. Interaksi sosial menjadi kunci memuluskan tujuan masing-masing, baik melalui media seperrti telepon, internet, komputer atau berkomunikasi secara langsung. Tidak terasa, masuk berbagai macam budaya baru. Cara berpakaian, cara bicara dan tingkah laku. Budaya daerah perlahan tergerus  dan digantikan dengan gaya hidup yang baru.
Apakah pengaruh tersebut membawa dampak positif ? berikut contoh-contoh masalah budaya, diantaranya :
a.Logat
Logat atau gaya bahasa, menunjukkan identitas dimana ia tinggal. Dalam satu kamar ada anak yang berassal dari Sunda, Malang, Balikpapan. Keluarga kecil ini mengenalkan ciri khas dan yang dianggap menarik akan ditiru yang lain. Memang ini hal sepele, namun dari sinilah pertukaran budaya berlangsung. Anehnya cara bicara yang negatif justru dipertontonkan dimuka umum. Mengapa mereka tidak mengambil sisi positifnya ? jawabannya lucu “yang baik sudah biasa” satu demi satu logat ditularkan, dan hasilnya mewabah dan tercemar.
Tak lama perilakunya sesuai dengan ucapan. Begitu akrabnya logat buruk dibangga-banggakan. Anak desa polos yang seharusnya memegang teguh budaya mulai terinfeksi logat anak kota. Akan datang masa ketika bahassa daerah akan hilang, bahasa nassional hanya formalits belaka. Maukah anda menerima pernyataan itu ? tentu tidak. Indonesia bukanlah negara yang luar biasa, tetapi dengan adanya budaya negara yang  maju ini dikenal.
b.Cara berpakaian
Pengaruh budaya barat melalui media internet, tv, majalah dan lain-lain sedikit mencoreng kehormatan santri. Gaya hidup bebas, berpakaian yang tidak selazimnya. Memang kita memakai sarung atau kerudung tetapi masih banyak yang harus dikoreksi.
Wanita muslimah berkerudung, tampak menawan berbalut malu. Sungguh cantik, melangkah penuh pesona, memaksa mata laki-laki tak henti memandang. Pakaian menutup aurat mulai dari ujung kaki sampai kepala. Saat mereka menggunakan kaos jatuh berbeda seperti yang dibayangkan. Terlihat lekuk tubuh, menonjol kanan kiri, inikah muslimah yang ada pada setiap kampus tiada rasa malu, semakin rapat semakin percaya diri. Miris melihat keadaan ini, mayoritas berkerudung tapi berpenampilan seksi
c.Tingkah laku
Indonesia kental akan budaya, salah satunya adalah tata krama. Contih sederhananya adalah mencium tangan orang tua atau guru. Apakah masih sering kita jumpai pemandangan romantis tersebut ? jarang sekali, kecuali di lingkukngan pondok. Bagaimana dengan kampus kita sendiri ? ternyata tidak jauh berbeda, saat bertemu dosen tidak cium tangan bahkan menyapapun tidak, itulah indonesia.
Faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa ?
Faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah :
1. Kontak atau interaksi-interaksi dengan negara lain, seperti melalui internet, film, dan lain—lain yang menyangkut dengan buday mereka.
2. Sistem pendidikan formal yang maju.
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju, yakni seperti contoh terlalu berlebihannya kita atau diri kita terhadap menanggapi budaya orang-orang barat untuk menginginkan perubahan seperti negara-negara mereka.
4. Ketidak puasan mahasiswa terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
Bagaimana proses perubahan budaya tersebut ?
Proses perubahan budaya tersebut dapat terjadi karena interaksi-interaksi dengan orang-orang barat, seperti internet, film dan lain-lain yang menyangut dengan mereka. Akan tetapi tidak sepenuhnya pengaruh atau proses perubahan tersebut dari orang barat terkadang juga dari diri sendiri juga, karena kita terlalu berlebihan juga dalam mengambil budaya-budaya dari barat seperti cara berpakaian, serta tingkah laku orang barat yang terlalu bebas, sehingga kita lupa dengan kesopanan dan kesantunannya, tetapi bukan berarti tidak ada kebebasan, ada kebebasan tetapi tetap dengan pertanggung jawaban.
Bagaimana cara perubahan budaya tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa?
Agar hal tersebut tidak terjadi adalah dengan cara banyak hal, salah satunya yaitu dengan kesadaran diri kita sendiri terhadap pentingnya budaya-budaya kita bagi Negara kita sendiri dari pada budaya orang lain belum tentu semuanya dapat menguntungkan maupun berdampak baik pada masyarakat-masyarakat, pemuda-pemuda, mahasiswa serta Negara kita sendiri. Kemudian selanjutnya yaitu lembaga perfilman termasuk media massa sangat berperan besar sebagai penggerak baik pemuda-pemuda generasi penerus agar tidak melupakan budaya-budaya kita atau menerapkan budaya asing terlalu berlebihan dengan cara menyajikan berita-berita, acara baik film maupun yang lain-lain, yang lebih menjaga atau membatasi untuk tidak terlalu menampilkan budaya-budaya yang buruk dari barat, sehingga nantinya tidak semua masyarakat atau pemuda-pemuda menyerap budaya asing terutama budaya yang kurang cocok dengan kita.

BAB 4
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari perumusan studi kasus yang telah dibahas dapat disimpulkan bahwa Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
 Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.

B.     Saran
Sebagai warga negara yang baik ada kalanya kita menjaga kebudayaan bangsa Indonesia agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman, sehingga anak cucu kita pada masa depan dapat merasakan kebudayaan asli bangsa Indonesia.


Powered by Blogger.
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 #LagiBerjuang All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates