Pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) adalah
individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik
itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset
sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Pengertian
sumber daya manusia makro secara umum terdiri dari dua yaitu SDM makro yaitu
jumlah penduduk dalam usia produktif yang ada di sebuah wilayah, dan SDM mikro
dalam arti sempit yaitu individu yang bekerja pada sebuah institusi atau
perusahaan.
Sumber
Daya Manusia (SDM) merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dimiliki
dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya
manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber
daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang
mengendalikan faktor yang lain.
Pengertian Sumber Daya Manusia menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah merumuskan arti dari sumber daya
manusia (SDM) yaitu sebagai berikut.
1.
Sonny Sumarsono
Sonny Sumarsono (2003) mengartikan bahwa
sumber daya manusia mempuyai beberapa pengertian yaitu sumber daya manusia
adalah usaha kerja yang bermanfaat bagi keberlangsungan
produksi. Sedangkan makna yang kedua, sumber daya manusia merupakan kelompok
manusia yang terdiri dari manusia yang memiliki kemampuan untuk memberikan
jasa.
2.
M.T.E Hariandja
Sumber daya manusia oleh Hariandja dimaknai
sebagai salah satu faktor penting bagi sebuah perusahaan selain faktor modal. Faktor sumber daya
manusia ini dianggap penting karena membutuhkan pengelolaan
yang baik dalam rangka peningkatan mutu organisasi maupun perusahaan.
3.
Mathis dan Jackson
Menurut Mathis dan Jackson (2006), sumber daya manusia merupakan
suatu rancangan berbagai sistem formal dalam perusahaan maupun organisasi yang
berfungsi untuk menjaga agar penggunaan bakat dan minat manusia dapat digunakan
untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan tersebut secara efektif dan
efisien.
4.
Hasibuan
Sumber daya manusia menurut Hasibuan adalah
manusia yang mempunyai kemampuan terpadu yang dicirikan dengan pola pikir dan
daya fisik yang baik. Perilaku dan watak sumber daya
manusia berasal dari lingkungannya sedangkan prestasi dan
motivasi kerja berasal dari keinginan dirinya sendiri.
5.
Ermaya
Pengertian sumber daya manusia menurut Ermaya
adalah suatu faktor utama yang penting dalam tiap proses pembangunan negara, perusahaan,
maupun organisasi. Di dalam pembangunan ini sumber daya manusia memberi
pengaruh yang bermanfaat sehingga harus diatur dan dijaga. Peran yang dimiliki
sumber daya manusia ada dua yaitu sebagai objek serta subjek dari proses
pembangunan.
6.
Abdurrahmant Fathoni
Abdurrahmant Fathoni mengartikan sumber daya manusia sebagai
kekayaan atau modal suatu negara yang penting bagi segala aktivitas manusia
sehingga mencapai tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, diperlukan analisis
pengembangan dengan metode yang sesuai dengan memperhatikan beberapa unsur
seperti waktu,
skill (kemampuan), dan daya yang dimiliki oleh setiap manusia.
7.
Gouzali Syadam
Gouzali Syadam mengartikan sumber daya manusia
sebagai human resource yang merupakan sumber utama dalam proses kegiatan di
lingkungan sekitar. Beberapa ahli menyampaikan bahwa sumber daya manusia
adalah sekelompok tenaga kerja yang memberikan daya dan
upayanya kepada sebuah organisasi maupun perusahaan secara luas.
Begitu banyak pengertian sumber
daya manusia yang dibuat oleh parah ahli baik dari kalangan
politisi, ekonom, dan sebagainya. sumber daya manusia memiliki peranan dalam
suatu pengembangan, pembangunan, maupun proses yang lain.
Fungsi Sumber Daya Manusia
1.
Sebagai Tenaga Kerja
Tenaga kerja disebut juga ‘man power’
merupakan seluruh penduduk yang memiliki usia siap kerja (produktif). Tenaga
kerja mempunyai kemampuan untuk memberikan jasa setiap satuan waktu yang
berguna untuk menghasilkan produk berupa barang maupun jasa yang dapat
bermanfaat bagi dirinya sendiri atau orang lain
2.
Sebagai Tenaga Ahli
Sumber daya manusia dapat
berfungsi sesuai bidang dan kemampuannya salah satunya adalah sebagai tenaga
ahli bagi suatu perusahaan atau negara.
3.
Sebagai Pemimpin
Sumber daya manusia yang
mempunyai kapasitas lebih besar dengan skill dan pengalaman yang mumpuni dapat
berfungsi sebagai pemimpin bagi
suatu golongan, perusahaan, maupun organisasi.
4.
Sebagai Tenaga Usahawan
Sumber daya manusia yang
dapat menjadi tenaga usahawan adalah
mereka yang dapat melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan kemandirian
dalam rangka menciptakan suatu produk baru yang bermanfaat bagi orang banyak
maupun lingkungannya.
5.
Berfungsi dalam Pengembangan IPTEK
Sumber daya manusia juga
mempunyai fungsi utama dalam penemuan dan pengembangan ilmu sehingga dapat
digunakan untuk kemajuan dirinya sendiri, lingkungan, dan orang lain termasuk
perusahaan ataupun organisasi.
Manajemen Sumber Daya
Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu
faktor yang sangat penting sehingga harus dikelola dengan baik untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi atau perusahaan. Oleh
karena itu, Manajemen sumber daya manusia merupakan program aktivitas
untuk mendapatkan sumber daya manusia, mengembangkan, memelihara dan
mendayagunakan untuk mendukung organisasi mencapai tujuannya.
Beberapa referensi mengemukakan bahwa
manajemen memiliki peran penting untuk sumber daya manusia.
·
Manajemen adalah
aktivitas perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian dengan
mempergunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Mulia Nasution (1996 : 1)
·
Manajemen sumber daya
manusia adalah segala potensi yang ada pada manusia baik berupa akal pikiran,
tenaga, keterampilan, emosi, dan sebagainya yang dapat di gunakan baik untuk
dirinya sendiri maupun untuk organisasi atau perusahaan. Tohardi (2002 : 12)
·
Manajemen personalia
adalah perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan pengawasan
kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumberdaya manusia agar tercapai
berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat. Flippo (1996 : 5)
Sumber daya manusia saat ini memiliki pengaruh
besar pada sebuah perusahaan dimana sekarang berada pada perubahan lingkungan
bisnis yang sulit untuk diprediksi dan tidak lagi berada pada lingkungan bisnis
yang stabil. Perusahaan harus fleksibel tidak lagi bersikap kaku (
organizational rigidity). Kegiatan bisnis tidak lagi di jalankan
berdasarkan aturan saja, melainkan juga dikendalikan oleh visi dan nilai. Oleh
karena itu, memerlukan kemampuan sumber daya manusia yang dapat diandalkan,
yang memiliki wawasan, kreatifitas, pengetahuan, dan visi yang sama dengan visi
perusahaan.
Pengembangan kemampuan sumber daya manusia
(SDM) dapat disesuaikan dengan skenario strategi bisnis Perusahaan, dan
rencana induk untuk kepemimpinan (Human Capital). Peningkatan kompetensi dari
human capital dapat melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan, seperti
yang fokus kepada:
·
Pengembangan
kepemimpinan;
·
Tujuan strategis
Perusahaan sesuai dengan skenario dan rencana kerja seluruh unit bisnis
Perusahaan;
·
Menutup kesenjangan
kompetensi antara karyawan.
Langkah pertama setelah memiliki ide untuk memulai usaha, maka
yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat perencanaan. Hal ini berguna
sebagai persiapan awal yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pedman untuk
mencapai keberhasilan manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan
kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. Pengertian dari perencanaan
usaha adalah suatu misi, usulan, operasional, finansial, strategi, peluang
usaha yang mungkin diraih dan kemampuan serta ketrampilan pengelolanya.
Contoh studi kasus :
Jumlah karyawan yang
bekerja di PT Unilever Indonesia secara keseluruhan pada tanggal 31 Desember
2013 mencapai 6.719 karyawan. Hal ini naik dari tahun 2012 yang berjumlah 6.447
karyawan. Hal ini tentu saja bukan jumlah yang sedikit dalam ukuran sebuah
perusahaan. Jumlah karyawan yang banyak ini tentu saja membutuhkan perhatian
ekstra dari perusahaan Unilever tersebut dalam mengembangkan dan melatih para
SDMnya.
Di Unilever, kesempatan
untuk memperoleh posisi yang lebih baik dengan gaji yang lebih baik akan sangat
tergantung pada performa kerja masing-masing karyawan. Unilever memiliki sistem reward yang sangat fair. Ini bercermin
dari sistem reward yang diberikan kepada orang-orang
yang memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan. Sementara orang yang underperformed (low-performer) akan
memperoleh reward yang juga rendah. Sistem ini
membuat setiap manajer di Unilever berusaha memberikan performa terbaiknya
untuk mencapai target perusahaan.
Proses performance management di Unilever
berawal dari rapat Senior Group Directors (SGD). Dalam rapat ini dibahas
proyeksi kinerja selama setahun ke depan, ditambah key performance
indicator (KPI)-nya. Hasilnya akan dibawa ke perusahaan
masing-masing, yang selanjutnya diturunkan lagi ke kepala divisi, selanjutnya
ke kepala dan terakhir ke manajer. Kepada para kepala divisi ini, kepala
departemen dan manajer akan diberikan individual performance plan yang harus
dicapai plus KPI-nya. Tak hanya diberi target, karyawan juga rutin diberi coaching dan konseling antara atasan dan
bawahan. Setelah memasuki masa penilaian, karyawan bersangkutan bisa menyanggah
hasil penilaian atasan jika dirasa tidak sesuai. Semua hal tersebut memiliki
form yang lengkap dan tersusun rapi.
Rekrutmen merupakan
perjalanan awal karier. Setelah calon pemimpin (Future Leaders) di
Unilever ini direkrut, maka akan menjalani Unilever Development Program.
Keberanian Unilever untuk menetapkan entry salary yang
tinggi juga membuat Unilever dipilih dalam hal sistem remunerasi. Sistem
remunerasi perusahaan ini juga dinilai sangat atraktif dan kompetitif, dan
mampu memacu karyawan untuk maju dan berkembang.
Untuk pengembangan
profesionalisme, Unilever memiliki learning programme yang
komprehensif serta terus memupuk learning culture di perusahaan yang mendorong
orang untuk dapat belajar berbagai hal di setiap kesempatan, baik melalui
sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana karyawan dapat saling sharing
pengetahuan, pengalaman, kisah sukses maupun kegagalan untuk pembelajaran
rekan-rekannya. Untuk mendorong work-life balance,
Unilever menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas gym, klub
olahraga untuk karyawan, nursery room, daycare centremenjelang Lebaran, aktivitas
rohani dan social, dan lain-lain.
Dengan mendorong karyawan
untuk terus menerus mengembangkan diri serta mempertahankan work-life balance,
perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang handal dan
berkualitas, yang berperan utama dalam pengembangan bisnis. Setiap tahun
manajemen Unilever Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis di Indonesia, yang
disesuaikan dengan target yang ingin dicapai oleh Unilever secara global.
Analisa Studi Kasus :
Dalam mengatasi
permasalahan SDM dalam bidang pelatihan ini perusahaan unilever secara umum
telah menyiapkan modul training yang berjumlah 2.188 modul yang telah dinaikan
dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2.046 buah modul. Selain itu dari segi
peningkatan jumlah pelatih internal juga naik dari 1.416 pelatih menjadi 1.575
pelatih. Dan peningkatan jumlah aktivitas training mencapai 12,705 training.
Program pelatihan tersebut
meliputi program pelatihan general skills, leadership skills,
professional skills, dan sharing session.
Dari masing-masing program pelatihan tersebut masih memuat beberapa program
didalamnya secara mendetail dan khusus untuk membimbing dan melatih para karyawan
untuk dapat mengembangkan keahlian dan untuk menyemangati para karyawan agar
lebih termotivasi kembali didalam melakukan pekerjaannya. Perusahaan ini juga
menggunakan lebih banyak media yang bersifat interaktif seperti Facebook,
Twitter, dan Safety Portal di intranet Unilever Indonesia guna menjalin dialog
dua-arah tentang berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan
kerja. Hal ini dilakukan oleh PT unilever guna menjaga keselamatan dan
kesehatan para karyawannya yang dianggap paling penting.
a. General skills atau keahlian umum
ini meliputi berbagai pelatihan keahlian secara umum yang diajarkan kepada para
karyawan perusahaan PT. Unilever. Selain itu general skill ini juga digunakan
untuk melatih danmemberikan training kepada seluruh karyawan perusahaan PT
unilever Indonesia dalam mempraktekan keahlian umum mereka yang berkaitan
dengan pekerjaan di perusahaan ini.
b. Leadership skills atau yang sering
disebut-sebut sebagai keahlian atau kemampuan kepemimpinan. Keahlian ini juga
diajarkan dan dilatih oleh perusahaan PT unilever kepada para karyawannya agar
memiliki tanggung jawab dan sikap sebagai seorang pemmpin sehingga dapat ikut
mengarahkan dan mengoperasikan perusahaan sebagai layaknya pemimpin dalam
masing-masing bidang pekerjaan mereka dalam perusahaan ini tanpa harus menunggu
perintah dan bergantung dengan orang lain.
c. Professional skills merupakan
kemampuan individu yang menunjukan kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan
tanggung jawab pekerjaannya didalam perusahaan PT unilever. Perusahaan
memberikan pelatihan ini agar seluruh karyawan perusahaan PT unilever dapat
bekerja dan bertindak secara professional didalam menjalankan bidang
pekerjaannya.
d. Sharing session merupakan waktu
dimana para karyawan akan dikumpulkan dan berbagi mengenai keluh kesah yang
terjadi dikalangan pegawai yang berkaitan dengan pekerjaan mereka di
perusahaan. Selain itu, para pemimpin atau psikolog perusahaan juga dapat
memberikan motivasi dan penyemangat mereka pada sesi ini untuk ikut
membangkitkan gairah serta semagat para karyawan dalam bekerja. Hal ini tentu
saja penting untuk dilakukan mengingat semangat dan motivasi merupakan hal pokok
yang menjadi dasar seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dengan adanya pelatihan
atau training tersebut maka perusahaan telah ikut serta dalam mengembangkan
karir para karyawannya baik secara langsung maupun tidak langsungmelalui
program pelatihan dan pendidikan tersebut. Hal ini tentu saja akan menambah
keahlian dan dapat membuka kesempatan berkarir yang lebih tinggi bagi para
karyawannya. Sehingga hal ini perlu dilakukan oleh berbagai perusahaan yang
ingin meningkatkan mutu sumber daya manusiannya demi kemajuan perusahaan juga.
Dalam bidang atau masalah
keselamatan dan kesehatan, perusahaan ini memiliki misi tersendiri untuk
menjadi perusahaan dengan tingkat kecelakaan nol. Jadi perusahaan ini tak kenal
kompromi dalam mendukung dan memfasilitasi kesehatan dan karyawan di seluruh
operasional perusahaan dengan cara memupuk budaya perilaku aman dikalangan
karyawan dan mitra usaha. Semakin berkembangnya perusahaan ini maka resiko
kecelakaan kerja juga akan meningkat. Oleh karena itu, kesadaran akan keselamatan
kerja menjadi semakin penting dalam aktivitas bisnis dalam kegiatan sehari-hari
perusahaan. Selama tiga tahun terakhir, melalui kampanye keselamatan ‘From zero
to Hero’ perusahaan ini telah meningkatkan kesadaran karyawan dalam menjaga
keselamatan diri sendiri maupun orang-orang lain di sekitar mereka.
Pada 2013, perusahaan
unilever ini meluncurkan BESAFE (Behaviour-Based-Safety),
sebuah program yang berfokus untuk menanamkan perilaku aman/ safety behavior
dalam diri karyawan. Jadi pada intinya, program ini, yang mengacu pada program Behavioural Safety Excellence, yang
mengharuskan seluruh karyawan perusahaan untuk mengetahui risiko pekerjaan
mereka; dan untuk selalu berperilaku aman untuk menghindari risiko atau bahaya,
baik untuk diri mereka sendiri maupun orang-orang lain di sekitar mereka.
Program BESAFE meliputi pelatihan bagi semua orang mulai dari pekerja pabrik
hingga jajaran Direksi.
Tanggung
Jawab Sosial
Tanggung jawab sosial merupakan wujud kepedulian suatu
entitas pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya di mana ia berada. Istilah
lingkungan sekitar ini meliputi konsumen, supplier, karyawan, kreditor, lingkungan, komunitas, masyarakat dan
sebagainya.
Bentuk
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Seperti yang sudah
disinggung, sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan
usahanya harus memperhatikan etika dan tanggung jawab sosial. Adapun bentuk
tanggung jawab sosial perusahaan seperti:
1. Tanggung jawab sosial kepada konsumen
Tanggung
jawab sosial perusahaan kepada konsumen tidak hanya seputar masalah penyediaan
produk atau jasa saja tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek lain. Merujuk
pendekatan utilitarian, maka perusahaan harus menghasilkan produk atau jasa
yang memiliki banyak manfaat kepada masyarakat.
2. Tanggung jawab sosial kepada karyawan
Perusahaan
wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada karyawannya, memperlakukan
karyawan dengan adil. Selain itu, perusahaan juga memberikan kesempatan dan
fasilitas untuk pengembangan diri karyawan.
3. Tanggung jawab sosial kepada kreditor
Misalnya
pada saat perusahaan harus menyelesaikan kewajiban atau utangnya namun ia
sedang memiliki masalah keuangan maka perusahaan wajib memberitahukan kepada
kreditor.
4. Tanggung jawab kepada pemegang saham
Perusahaan
juga bertanggung jawab kepada pemegang saham. Sehingga dalam operasional nya,
perusahaan juga harus memastikan keputusan yang diambil juga untuk kepentingan
pemegang saham.
5. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan
Tanggung
jawab ini berkaitan dengan lingkungan, misal dengan tidak membuang limbah
sembarangan, mencegah polusi disekitar tempat usaha, mencegah penggunaan bahan
berbahaya. Jadi perusahaan diharapkan ramah terhadap lingkungan.
6. Tanggung jawab sosial kepada komunitas
Tanggung
jawab sosial ini dapat dilakukan dengan cara memberikan corporate social responsibility atau CSR. Memberikan bantuan seperti sarana prasarana
untuk pendidikan, kesehatan, infrastuktur atau hal lain yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Contoh Kasus Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Commision
of the European Communities: Tanggung jawab sosial perusahaan pada dasarnya
adalah sebuah konsep dimana perusahaan memutuskan secara suka rela untuk
memberikan kontribusi demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan lingkungan
yang lebih bersih. Kicullen dan Kooistra: corporate social responsibility (CSR)
adalah tingkatan pertanggungjawaban moral yang dianggap berasal dari perusahaan
diluar kepatuhan terhadap hukum negara. Fraderick et al: corporate social
responsibility (CSR) dapat diartikan sebagai prinsip yang menerangkan bahwa
perusahaan harus dapat bertanggungjawab terhadap efek yang berasal dari setiap
tindakan didalam masyarakat maupun lingkungannya.
Dari
pengertian tersebut maaka saya mencoba untuk mencari dari kegiatan dari salah
satu perusahaan terbesar di Indonesia yaitu PT. Djarum yang kita kenal bergerak
di bidang industri rokok dan yang kita ketahui dengan maraknya issu Global
Warming/Pemanasan Global sangat dekat kaitannya dengan asap rokok yang
dihasilkan konsumen rokok itu sendiri. Namun PT. Djarum nampaknya punya
beberapa gerakan CSR yang salah satunya adalah program Djarum
Environmental Initiatives yaitu program penghijauan dan pencegahan erosi
lahan hijau yang ada di Indonesia, berikut kutipan artikel dari website PT.
Djarum:
“PT.
Djarum melalui salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility Djarum Bakti
Lingkungan kembali melakukan aksi pelestarian lingkungan. Kali ini, dalam
program bertajuk Trees for life, Djarum Bakti Lingkungan melakukan penanaman
pohon trembesi di sepanjang turus jalan Semarang-Kudus. Aksi program ini
telah dicanangkan pada 24 februari 2010 dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah.
Djarum
Bakti Lingkungan melalui Program Djarum Trees for Life melakukan penanaman 2.767
pohon trembesi di sepanjang turus jalan Semarang-Kudus (sepanjang +/- 40 km).
Pohon trembesi dipilih selain memiliki kemampuan sebagai peneduh, juga sebagai
pohon dengan serapan CO2 tertinggi. Pohon trembesi dewasa dapat menyerap CO2
sebanyak 78,826,296 kg/thn. Harapannya dapat mengurangi pemanasan global dan
mendukung program Pemerintah.”
Tak Hanya itu, PT Djarum melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(CSR) di bidang pendidikan memberikan kontribusi bagi kemajuan kualitas
generasi muda, khususnya mahasiswa. Program CSR tersebut yang kini disebut
dengan nama program Djarum Beasiswa Plus telah diberikan kepada lebih
dari 6300 mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di 24 Propinsi.
Pemberian
berbagai pelatihan softskills dan pengembangan karakter menjadi
kekhas-an dari program Djarum Beasiswa Plus ketimbang program beasiswa lainnya.
Sebuah bekal luar biasa yang tidak terhitung dengan materi, namun memberi bekal
seumur hidup bagi para Beswan Djarum. Pelatihan ini meliputi tiga aspek yakni, Outbound, Leadership
program, dan Practical skills and Entrepreneurship.
Dan
yang tak kalah penting juga mempunyai dampak yang membanggakan bagi bangsa
Indonesia adalah hadirnya PB DJARUM yang kita kenal sebagai penghasil
atlet-atlet bulutangkis terbaik di dunia, nama nama seperti Liem Swie King,
Hariyanto Arbi, Christian Hadinata dan Icuk Sugiarto merupakan jebolan PB
DJARUM yang berletak di Kudus, Jawa Tengah.
Awalnya
bagi PB DJARUM membagi kegiatan antara latihan bulu tangkis dengan sekolah,
memang bukan tugas yang mudah bagi para atlet, terlebih lagi mereka-mereka ini
yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah seperti SD, SMP, dan SMA. Namun,
untuk menyelaraskan dua kegiatan tersebut, PB Djarum mengambil langkah
bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Sehingga,
kegiatan antara latihan bulu tangkis dengan sekolah yang dijalani oleh para
atlet bisa berjalan baik, dan tidak mengganggu satu sama lain.
Kerjasama yang dilakukan antara PB Djarum dengan Depdikbud adalah dengan pemberian
dispensasi waktu di sekolah untuk para atlet. atlet diberikan izin untuk
memulai waktu belajarnya di sekolah tidak seperti siswa lain pada umumnya.
Mereka juga diberi kemudahan memperoleh izin meninggalkan sekolah pada saat
mereka harus mengikuti kejuaraan.
Selama ini sekolah-sekolah yang sudah diajak bekerjasama oleh PB Djarum guna
mendukung kemampuan akademis para atletnya yang berasal dari segala jenjang
pendidikan
Sumber :
https://www.padamu.net/pengertian-sumber-daya-manusia
https://jagad.id/sumber-daya-manusia-materi-pengertian-fungsi-dan-contoh/
https://fathimariaulfa.wordpress.com/2016/11/15/analisa-studi-kasus-manajemen-sumber-daya-manusia/
https://www.jurnal.id/id/blog/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial-perusahaan/
http://dream-presisten.blogspot.com/2014/12/contoh-kasus-tanggung-jawab-sosial.html