TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
DISUSUN
OLEH :
INDRA WIBOWO (53416513)
1IA24
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT.
Kepada-Nya kita memuji dan bersyukur, memohon pertolongan dan ampunan. Kepada-Nya
pula kita memohon perlingdungan dari keburukan diri dan syaiton yang selalu
menghembuskan kebatilan pada diri kita.
Dengan rahmat dan pertolongan-Nya,
Alhamdulillah makalah yang berjudul “Perubahan Kebudayaan di Indonesia” ini
dapat di selesaikan dengan baik. Saya menyadari sepenuh hati bahwa masih banyak
kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini.
Saya mengharapkan kritik dan saran para
pembaca sebagai bahan evaluasi saya dalam pembuatan makalah berikutnya.
Mudah-mudahan itu semua menjadikan dorongan bagi saya agar lebih agar lebih
meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan dating.
Bekasi,
21 Juli 2017
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu dengan kemodernan zaman serta
kemajuan teknologi canggih dimana-mana membuat para kaum pribumi terutama
mahasiswa yang menjadi berubah pola pikirannya dan terkena imbas dari trans
budaya asing atau budaya barat. Seperti saat ini banyak dijumpai yakni tentang
gaya bahasa atau logat bicaradari daerah masing-masing, kemudian cara
berpakaian atau berdandan dan tingkah laku para mahasiswa sekarang.
Edward
Shits berpendapat, bahwa dalam proses interaksi antar kebudayaan, maka
perubahan akan terjadi pada bagian-bagian pinggir terlebih dahulu baru menuju
ke pusat atau dari baian sekular menuju ke yang sakral. Maka Koentjoroningrat
telah langsung menunjuk pada unsur-unsur kebudayaan yang paling mudah berubah
yakni teknologi, mata pencaharian, kesenian, bahasa, dan ilmu pengetahuan.
Penyatuan
antara ilmu spiritual dan ilmu umum diracik sedemikian rupa, menghassilkan
formula khas kunci kesuksesan. Kita sering mendengar dan meresapi di
daerah-daerah sekitar kita maupun daerah sekitar kampus, bahwasanya banyak
mahasiswa atau mahasiswi yang mana mereka selalu menggunakan logat bahasa yang tidak
semestinya. Seperti berbicara yang tidak semestinya atau dibuat-buat terkadang
dengan logat seperti itu mahasiswa kurang sopan dengan berbicara dengan orang
yang lebih tua layaknya guru maupun dosen, mereka tidak pernah sadar bahwasanya
logat yang mereka gunakan seperti itu bukanlah mencerminan kebudayaan kita yang
selalu mengedepankan kesopanan sert tata bahasa yang baik dan benar, pastinya
kedepannya akan merubah atau menggantikan posisi ke-khasan logat bangsa
Indonesia jika tetap seperti itu dan tidak mau menjaganya.
Maka
jangan salahkan anak cucu kita jika mereka nantinya akan meniru kita semua yang
mana kita telah menjadi pengguna tetap logat bahasa yang seperti itu sehingga
telah mendarah daging dan anak cucu kita akan terkena imbas dari apa yang telah
kita lakukan.
Kemudian
untuk cara berpakaian atau etika dalam memakai pakaian sehari-hari. Banyak anak
muda bahkan para mahasiswa dalam cara berpakaiannya lebih condong dan berkiblat
ke dunia barat, tetapi sayang mereka atau kita terkadang terlalu berlebihan
dalam mengikuti zaman atau mengikuti mode dari dunia barat, padahal orang-orang
eropa sendiri ataupun orang Amerika yang lebih mengenal mode modern mereka
terkesan kalah dengan para anak muda atau mahasiswa kita, mereka lebih
sederhana tetapi tetap dengan mode atau cara berpakaian yang tidak berlebihan.
Tidakkah kita ingat pada budaya-budaya cara berpakaian bangsa kita yang mana
bangsa ini mengenal budaya berpakaian yang sopan dan terlihat santun, yang
lebih mengenakkan mata kita ataupun oranglain, yang lebih ramah dan rapi,
sehingga nantinya kita akan menjadi serba tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Tak
kalah pentingnya juga dengan tingkah laku para anak muda zaman sekarang ini
begitupun para mahasiswa atau mahasiswi. Sekarang banyak anak muda yang
meninggalkan budaya negeri kita dalam bertingkah laku dimanapun kita berada dan
dengan siapa kita bergaul.
Mereka
banyak terpengaruh dari dunia luar atau dari negara-negara barat yang mempunyai
pusat mode atau kiblat dari belahan dunia lain. Mereka juga terlalu berlebihan
dalam mengikuti zaman, sehingga mereka tidak bisa memilah dan memilih mana yang
baik dan mana yang buruk ataupun yang tidak cocok dengan budaya kita. Jadi
tidak mengherankan jika saat ini banyak anak muda ataupun mahasiswa yang perilakunya
kurang baik ataupun kurang sopan dan berani pada orang-orang yang lebih tua
darinya. Bahkan antara dosen dan mahasiswa terkesan tidak ada bedanya, seolah
mereka menganggap dosen seperti teman biasa yang tak patutuntuk dihormati dalam
artian untuk tidak bertawadu’.
Maka
dari itu saya akan mengunpas masalh-masalah kebudayaan yang ada di negeri ini,
dengan harapan agar aak uda ataupun mahassiswa sadar akan pentingnya
budaya-budaya kita. Dan juga agar kebudayaan kita senantiasa terjaga dan
lestari, sehingga anak cucu kita tetap bisa menikmati kebudayaan-kebudayaan
negeri ini.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa ?
2. Faktor
apa saja yang dapat merubah kebudayaan mahasiswa ?
3. Bagaimana
proses perubahan budaya tersebut ?
4. Bagaimana
cara perubahan buday tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa ?
C. Tujuan
Tujuan-tujuan
dari masalah-masalah budaya adalah tidak lain untuk dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang masalah-masalah budaya yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan diantaranya
sebagai berikut :
1. Mengetahui
apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa.
2. Memahami
faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa.
3. Memahami
bagaimana proses perubahan budaya tersebut.
4. Memahami bagaimana cara perubahan budaya
tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa.
BAB
2
PEMBAHASAN
A. Hakikat manusia
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa,
wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusa itu meninggal, tubuhnya hancur
dan lenyap. Jiwa yang terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat
diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal jiwa lepas dari
tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran.
Hakekat
manusia adalah sebagai berikut :
a. Makhluk yang memiliki tengah
dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b. Individu yang memiliki sifat
rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c. Yang mampu mengarahkan dirinya ke
tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan
nasibnya.
d. Makhluk yang dalam proses menjadi
berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e. Individu yang dalam hidupnya
selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri,
membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f. Suatu keberadaan yang berpotensi
yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g. Makhluk Tuhan yang berarti ia
adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h. Individu yang sangat dipengaruhi
oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang
sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Sebagai
mahluk sosial memiliki fungsi biologis, proteksi, sosialisasi/pendidikan.
Supportive dan ekspresive sebagai berikut :
1.
Makhluk yang memiliki kemauan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya.
2. Individu yang memiliki sifat
rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3. Mampu mengarahkan dirinya ke
tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan
nasibnya.
4. Makhluk yang bertumbuh dan terus
berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5. Individu yang selalu melibatkan
dirinya dalam usaha untuk mewujudkan kepribadiannya sendiri, membantu orang
lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6. Suatu keberadaan yang berpotensi
yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7. Makhluk Tuhan yang paling
sempurna karna memiliki akal budi
8. Individu yang sangat dipengaruhi
oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang
sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Sifat
hakekat manusia menjadi kajian antropologi, yang hasilnya sangat diperlukan
dalam upaya menumbuh kembangkan potensi manusia.
1. Sifat Hakekat Manusia
Sifat
hakekat manusia merupakan ciri-ciri yang karakteristik, yang secara principal
membedakan manusia dengan hewan, walaupun antara manusia dengan hewan banyak
kemiripan terutama secara biologis (lihat orang hutan). Karenanya banyak filsuf
menamakan manusia identik dengan heawan seperti : Socrates, menyebut manusia
Zoon Politico (hewan yang bermasyarakat); Max Schaller ; menyebutkan : Das
Krantetier (Hewan Ynag Selalu Bermasalah); demikian pula Charles Darwin dengan
teori evolusinya telah membuktikan bahwa manusia berasal dari kera (Primat)
tetapi dia gagal yang disebutnya dengan The Missing Link.
2. Wujud sifat
Manusia
a).
Kemampuan Menyadari diri
manusia
dapat membedakan dirinya dengan manusia lain (ia, mereka) dan lingkungan non
manusia (fisik).
Manusia
dapat membuat jarak dengan manusia lain dan lingkungannya. Manusia memiliki
arah pandangan kedalam dan keluar.
Pandangan arah kedalam, akan memberi
status lingkungan sebagai subyek berhadapan dengan aku sebagai obyek. (Penting
untuk pengembangan sosial)
Pandangan arah keluar, memandang
lingkungan sebagai obyek, aku sebagai obyek yang memanipulasikan lingkungan
untuk aku, berpuncak pada egoisme. (Penting untuk pengembangan individualitet).
3.
Kemampuan Bereksistensi
Kemampuan
bereksistensi dimaksudkan manusia tidak hanya “ber-ada” (seperti hewan dan
tumbuhan) tetapi juga “meng-ada” , dimana manusia tidak hanya bagian lingkungan
seperti hewan dan tumbuhan tetapi manusia menjadi manajer lingkungan (mengolah,
mengendalikan).
4.
Kata Hati (Consuence of Man)
Kata
hati juga disebut dengan istilah : hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita
hati dan lain sebagainya. Yang berarti kemampuan pada diri manusia untuk
mengetahui baik buruknya perbuatan manusia termasuk pula kemampuan pengambilan
keputusan atas dasar pertimbangan benar/salah, analisis yang didukung
kecerdasan akal budi.
5. Kecerdasan
Moral
Moral bertalian erat dengan
keputusan kata hati, dan nilai-nilai kemanusiaan.
6. Tanggung
Jawab
Kesiapan
untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang berwujud tanggung kepada diri sendiri, masyarakat dan Tuhan.
7.Rasa Kebebasan
Rasa
bebas, bukan dimaksud perbuatan bebas membabi buta, bebas dalam arti, berbuat
bebas dengan berlandaskan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat,
kemerdekaan yang sesungguhnya justru berlangsung dalam keterikatan karenanya,
kemerdekaan erat kaitannya dengan kata hati dan moral orang merasa merdeka
apabila perbuatannya sesuai dengan kata hatinya.
8.Kewajiban dan Hak
Kewajiban
dan hak, merupakan indicator bahwa manusia sebagai mahluk sosial.
Pemenuhan akan hak dan pelaksanaan
kewajiban berkaitan erat dengan keadilan, dapat dikatakan kedilan terwujud bila
hak sejalan dengan kewajiban.
Kemampuan
menghayati kewajiban tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui s uatu proses pendidikan (disiplin).
9.Kemampuan Menghayati Kebahagiaan.
Kebahagiaan
milik manusia : kebahagiaan yang dapat dicapai apabila manusia dapat
meningkatkan taraf hidupnya sebagai mahluk sosial (memahami kelebihan dan
kekurangannya); dengan alam (untuk eksploitasi dan dilestarikan); dan terhadap
Tuhan Maha Pencipta.
B. Pengertian
unsur dan wujud
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa
masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan
unsur. Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya
kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas
daripada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
Ada
beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur
kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Ø Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4
unsur pokok, yaitu:
a.
alat-alat teknologi;
b. sistem
ekonomi;
c.
keluarga;
d. kekuasaan
politik.
Ø Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang
meliputi:
a. sistem norma sosial yang
memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri
dengan alam sekelilingnya;
b. organisasi ekonomi;
c. alat-alat dan
lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga
pendidikan utama);
d. organisasi kekuatan
(politik).
Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal
kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam
kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut
menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan
ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga
masyarakat tersebut.
C. Menjelaskan hubungan manusia dan
kebudayaan
Budaya/Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasaIndonesia.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasaIndonesia.
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan
sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain,
yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma,
ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut
Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
BAB 3
ISI
A. Penyelesaian
masalah
Apa saja contoh perubahan budaya
yang ada pada kalangan mahasiswa ?
Di
era modern ini perkembangan teknologi semakin pesat. Penemuan-penemuan baru
ditemukan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Rotasi bumi terasa berputar
semakincepat, kita dituntut kritis untuk menghadapi kerasnya zaman. Istilah
globalisasi sudah tidak asing ditelingan, kerjasama lintas wilayah tiada batas.
Interaksi sosial menjadi kunci memuluskan tujuan masing-masing, baik melalui
media seperrti telepon, internet, komputer atau berkomunikasi secara langsung.
Tidak terasa, masuk berbagai macam budaya baru. Cara berpakaian, cara bicara
dan tingkah laku. Budaya daerah perlahan tergerus dan digantikan dengan gaya hidup yang baru.
Apakah pengaruh tersebut membawa
dampak positif ? berikut contoh-contoh masalah budaya, diantaranya :
a.Logat
Logat
atau gaya bahasa, menunjukkan identitas dimana ia tinggal. Dalam satu kamar ada
anak yang berassal dari Sunda, Malang, Balikpapan. Keluarga kecil ini
mengenalkan ciri khas dan yang dianggap menarik akan ditiru yang lain. Memang
ini hal sepele, namun dari sinilah pertukaran budaya berlangsung. Anehnya cara
bicara yang negatif justru dipertontonkan dimuka umum. Mengapa mereka tidak
mengambil sisi positifnya ? jawabannya lucu “yang baik sudah biasa” satu demi
satu logat ditularkan, dan hasilnya mewabah dan tercemar.
Tak lama perilakunya sesuai dengan
ucapan. Begitu akrabnya logat buruk dibangga-banggakan. Anak desa polos yang
seharusnya memegang teguh budaya mulai terinfeksi logat anak kota. Akan datang
masa ketika bahassa daerah akan hilang, bahasa nassional hanya formalits
belaka. Maukah anda menerima pernyataan itu ? tentu tidak. Indonesia bukanlah
negara yang luar biasa, tetapi dengan adanya budaya negara yang maju ini dikenal.
b.Cara berpakaian
Pengaruh
budaya barat melalui media internet, tv, majalah dan lain-lain sedikit
mencoreng kehormatan santri. Gaya hidup bebas, berpakaian yang tidak
selazimnya. Memang kita memakai sarung atau kerudung tetapi masih banyak yang
harus dikoreksi.
Wanita muslimah berkerudung, tampak
menawan berbalut malu. Sungguh cantik, melangkah penuh pesona, memaksa mata
laki-laki tak henti memandang. Pakaian menutup aurat mulai dari ujung kaki
sampai kepala. Saat mereka menggunakan kaos jatuh berbeda seperti yang
dibayangkan. Terlihat lekuk tubuh, menonjol kanan kiri, inikah muslimah yang
ada pada setiap kampus tiada rasa malu, semakin rapat semakin percaya diri.
Miris melihat keadaan ini, mayoritas berkerudung tapi berpenampilan seksi
c.Tingkah laku
Indonesia
kental akan budaya, salah satunya adalah tata krama. Contih sederhananya adalah
mencium tangan orang tua atau guru. Apakah masih sering kita jumpai pemandangan
romantis tersebut ? jarang sekali, kecuali di lingkukngan pondok. Bagaimana
dengan kampus kita sendiri ? ternyata tidak jauh berbeda, saat bertemu dosen
tidak cium tangan bahkan menyapapun tidak, itulah indonesia.
Faktor-faktor apa saja yang dapat
merubah budaya mahasiswa ?
Faktor
yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses
kebudayaan daerah :
1. Kontak atau interaksi-interaksi
dengan negara lain, seperti melalui internet, film, dan lain—lain yang
menyangkut dengan buday mereka.
2. Sistem pendidikan formal yang
maju.
3. Sikap menghargai hasil karya
seseorang dan keinginan untuk maju, yakni seperti contoh terlalu berlebihannya
kita atau diri kita terhadap menanggapi budaya orang-orang barat untuk
menginginkan perubahan seperti negara-negara mereka.
4. Ketidak puasan mahasiswa terhadap
bidang-bidang kehidupan tertentu.
Bagaimana proses perubahan budaya
tersebut ?
Proses
perubahan budaya tersebut dapat terjadi karena interaksi-interaksi dengan
orang-orang barat, seperti internet, film dan lain-lain yang menyangut dengan
mereka. Akan tetapi tidak sepenuhnya pengaruh atau proses perubahan tersebut
dari orang barat terkadang juga dari diri sendiri juga, karena kita terlalu
berlebihan juga dalam mengambil budaya-budaya dari barat seperti cara
berpakaian, serta tingkah laku orang barat yang terlalu bebas, sehingga kita
lupa dengan kesopanan dan kesantunannya, tetapi bukan berarti tidak ada
kebebasan, ada kebebasan tetapi tetap dengan pertanggung jawaban.
Bagaimana cara perubahan budaya
tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa?
Agar
hal tersebut tidak terjadi adalah dengan cara banyak hal, salah satunya yaitu
dengan kesadaran diri kita sendiri terhadap pentingnya budaya-budaya kita bagi
Negara kita sendiri dari pada budaya orang lain belum tentu semuanya dapat
menguntungkan maupun berdampak baik pada masyarakat-masyarakat, pemuda-pemuda,
mahasiswa serta Negara kita sendiri. Kemudian selanjutnya yaitu lembaga
perfilman termasuk media massa sangat berperan besar sebagai penggerak baik
pemuda-pemuda generasi penerus agar tidak melupakan budaya-budaya kita atau
menerapkan budaya asing terlalu berlebihan dengan cara menyajikan
berita-berita, acara baik film maupun yang lain-lain, yang lebih menjaga atau
membatasi untuk tidak terlalu menampilkan budaya-budaya yang buruk dari barat,
sehingga nantinya tidak semua masyarakat atau pemuda-pemuda menyerap budaya
asing terutama budaya yang kurang cocok dengan kita.
BAB 4
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
perumusan studi kasus yang telah dibahas dapat disimpulkan bahwa Perubahan
sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan
asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial
dan pola budaya dalam suatu masyarakat.Perubahan sosial budaya merupakan gejala
umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi
sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan
perubahan.
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan
oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada
dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki
orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat
dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya
hampir serupa. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya
hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang
berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk
hari-harinya.
Orientasi
masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan
lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih
matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
B.
Saran
Sebagai
warga negara yang baik ada kalanya kita menjaga kebudayaan bangsa Indonesia
agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman, sehingga anak cucu kita pada masa
depan dapat merasakan kebudayaan asli bangsa Indonesia.

0 comments:
Post a Comment